Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 untuk jenjang SMA dan sederajat pada Senin (22/12/2025). Hasilnya menunjukkan capaian yang masih memprihatinkan, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika.
Secara nasional, rerata nilai Bahasa Inggris hanya mencapai 24,93 dari skala 100, menjadi yang terendah di antara seluruh mata pelajaran yang diujikan. Sementara itu, Matematika mencatat rerata 36,10, sedikit lebih tinggi namun tetap jauh dari harapan. Kedua nilai tersebut tertinggal signifikan dibanding Bahasa Indonesia, yang mencatat rerata nasional 55,38.
Berdasarkan paparan Taklimat Media di Jakarta, capaian Bahasa Inggris per jenjang menunjukkan variasi tipis: SMA mencatat rerata 26,71, MA 24,15, SMK 22,55, dan Paket C 24,91. Untuk Matematika, rerata nilai SMA berada di angka 37,23, disusul MA 35,72, SMK 34,74, dan Paket C 33,89.
Soal Berbasis Penalaran Jadi Tantangan Utama
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati, menjelaskan rendahnya nilai Bahasa Inggris erat kaitannya dengan karakter soal yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi.
“Sebagian besar soal Bahasa Inggris berbentuk teks naratif dan deskriptif dengan empat hingga lima paragraf. Siswa umumnya bisa menjawab jika informasi ada di paragraf awal, tetapi kesulitan ketika harus membaca dan memahami keseluruhan teks,” ujarnya.
Kesulitan semakin terasa pada soal inferensial yang menuntut penarikan kesimpulan, pemahaman infografis, serta kemampuan membedakan fakta dan opini dalam bahasa asing.
Untuk Matematika, Rahmawati menyebut masalah utama bukan pada tingkat kesulitan materi, melainkan pada cara soal dirancang. “Soalnya sederhana, tetapi cara bertanya jarang ditemui dalam pembelajaran sehari-hari. Siswa belum terbiasa mengaitkan data pada tabel dengan syarat-syarat naratif secara menyeluruh,” jelasnya.
TKA Jadi Dasar Evaluasi, Bukan Ajang Peringkat
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan bahwa hasil TKA tidak dimaksudkan untuk memberi label atau peringkat sekolah maupun daerah.
“Data ini adalah cermin bersama untuk melihat kebutuhan nyata pembelajaran di kelas,” katanya. Menurutnya, hasil TKA akan digunakan sebagai dasar evaluasi kebijakan dan penguatan dukungan bagi satuan pendidikan.
Rahmawati menambahkan, hasil TKA 2025 diharapkan menjadi baseline perbaikan pada tahun-tahun berikutnya. Guru didorong membedah capaian sekolah masing-masing dan berbagi praktik baik dengan sekolah lain.
Pengumuman hasil TKA ke satuan pendidikan dijadwalkan pada 23 Desember 2025, sementara nilai TKA akan terintegrasi dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) sebagai salah satu komponen seleksi masuk perguruan tinggi negeri.