SUMATRA UTARA – Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Sumut) meluncurkan batik dengan desain yang memadukan kekayaan budaya dan alam daerah. Batik Sumut tersebut menghadirkan limta motif yang unik dan khas, masing-masing terinsipirasi dari simbol-simbol budaya yang melekat di masyarakat Sumut.
“Kami telah meluncurkan Pesona Batik Sumut yang terdiri dari lima motif,” kata Naslindo Sirait, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumut, di Medan, dilansir dari MI, Kamis (20/2). Motif-motif tersebut antara lain Gondang Sembilan, Cahaya Masa Depan, Pusaka Utara Sumatera, serta dua motif Kaldera.
Motif Gondang Sembilan terinspirasi oleh alat musik tradisional Batak Toba, yakni sembilan gendang yang melambangkan keharmonisan dan kebersamaan. Motif Cahaya Masa Depan menggambarkan harapan dan optimisme masyarakat Sumut untuk masa depan yang lebih cerah. Sedangkan motif Pusaka Utara Sumatera mengangkat nilai-nilai warisan budaya dan kekayaan alam daerah. Dua motif Kaldera, yang terinspirasi dari keindahan Danau Toba, melambangkan keagungan alam Sumut yang terbentuk dari kaldera raksasa.
Naslindo menambahkan bahwa penentuan motif batik ini melalui proses panjang, termasuk ajang sayembara pada 2024 yang akhirnya menghasilkan lima motif terpilih tersebut. Ia juga mengungkapkan keinginan untuk menjadikan batik ini sebagai bagian dari busana khas daerah, bahkan berharap batik Sumut dapat menjadi salah satu pakaian dinas di pemerintahan daerah. “Kami akan membuat pergub (peraturan gubernur),” ujarnya.
Selain itu, Sumut juga memiliki batik khas lainnya, seperti batik Roga yang terinspirasi dari ukiran tradisional Batak Toba, serta batik Ulos yang mengadaptasi motif kain ulos Batak dengan filosofi mendalam. Ada juga Batik Simalungun dengan pola geometris dan Batik Melayu Deli yang kaya akan simbol kebangsawanan.