JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Direktorat Meteorologi Maritim resmi mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi.
Gelombang tinggi tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas pelayaran di berbagai wilayah perairan Indonesia mulai Senin, 12 Januari 2026.
Peringatan gelombang tinggi ini dirilis pada pukul 15.24 WIB dan berlaku selama tiga hari ke depan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap dinamika cuaca maritim terkini.
BMKG mencatat kondisi gelombang di sejumlah perairan Indonesia berada pada kategori sedang hingga tinggi, dengan ketinggian gelombang signifikan mencapai 1,25 meter hingga 4 meter.
Dalam pembaruan terkini, tidak ditemukan wilayah dengan potensi gelombang sangat tinggi maupun ekstrem, namun risiko terhadap keselamatan pelayaran tetap perlu diantisipasi.
Berdasarkan analisis sinoptik, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bertiup dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 6 hingga 25 knot.
Sementara itu, wilayah Indonesia bagian selatan didominasi angin dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan lebih kuat, yakni berkisar 8 hingga 30 knot.
BMKG mengungkapkan kecepatan angin tertinggi terpantau di kawasan Laut Arafuru, yang turut memicu peningkatan tinggi gelombang di wilayah tersebut.
Untuk kategori gelombang tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter, BMKG menetapkan status waspada di Laut Natuna Utara, Selat Karimata bagian utara, serta Laut Banda.
Gelombang tinggi juga berpotensi terjadi di Laut Arafuru bagian barat, tengah, dan timur yang dikenal sebagai jalur pelayaran penting nasional.
Adapun kategori gelombang sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan meluas di berbagai perairan strategis Indonesia.
Wilayah tersebut mencakup Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, hingga perairan barat Kepulauan Nias dan Mentawai.
Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu dan Lampung, serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur.
BMKG turut memasukkan Laut Jawa bagian barat, tengah, dan timur sebagai wilayah dengan potensi gelombang sedang yang perlu diwaspadai pengguna jasa laut.
Selain itu, gelombang sedang berpeluang terjadi di Laut Sawu, Selat Karimata bagian selatan, Selat Makassar bagian selatan, serta Laut Seram.
Wilayah perairan timur Indonesia seperti Laut Sulawesi bagian tengah dan timur, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Maluku dan Papua juga masuk dalam daftar terdampak.
BMKG menegaskan peringatan ini berlaku mulai 12 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 15 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.
Informasi ini diharapkan menjadi acuan utama bagi nelayan, operator kapal, dan pengelola pelabuhan dalam mengambil keputusan operasional.
BMKG mengimbau masyarakat maritim untuk selalu memantau pembaruan cuaca resmi serta mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di laut.
Berikut rincian wilayah peringatan terdampak gelombang tinggi:
▶ Gelombang Tinggi (2,5 – 4 Meter):
• Laut Natuna Utara
• Selat Karimata bagian utara
• Laut Banda
• Laut Arafuru bagian barat
• Laut Arafuru bagian tengah
• Laut Arafuru bagian timur
▶ Gelombang Sedang (1,25 – 2,5 Meter):
• Selat Malaka bagian utara
• Samudra Hindia barat Aceh
• Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
• Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai
• Samudra Hindia barat Bengkulu
• Samudra Hindia barat Lampung
• Samudra Hindia selatan Banten
• Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta
• Samudra Hindia selatan Jawa Barat
• Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
• Samudra Hindia selatan Jawa Timur
• Samudra Hindia selatan Bali
• Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat
• Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur
• Laut Jawa bagian barat
• Laut Jawa bagian tengah
• Laut Jawa bagian timur
• Laut Sawu
• Selat Karimata bagian selatan
• Selat Makassar bagian selatan
• Laut Seram
• Laut Sulawesi bagian tengah
• Laut Sulawesi bagian timur
• Laut Maluku
• Samudra Pasifik utara Maluku
• Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
• Samudra Pasifik utara Papua Barat
• Samudra Pasifik utara Papua.***