BANDUNG – Polda Jawa Barat tidak tinggal diam menyikapi dugaan ancaman pembunuhan yang menimpa gelandang Persib Bandung, Thom Haye, dan keluarganya pascakemenangan 1-0 atas Persija Jakarta pada Minggu, 11 Januari 2026. Tim siber kepolisian telah memulai pelacakan terhadap akun-akun media sosial yang diduga mengirim pesan intimidasi tersebut, meski hingga kini belum ada laporan resmi dari korban maupun pihak klub.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa pemantauan aktif terhadap konten digital yang berpotensi pidana terus dilakukan secara proaktif.
“Sampai saat ini belum ada laporan resmi, namun tim siber saat ini tengah melacak akun yang membuat ancaman tersebut,” kata Hendra
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah memeriksa Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jabar serta Polrestabes Bandung, dan belum menemukan adanya pengaduan terkait kasus tersebut.
“Kami mengecek di sentra pelayanan kami, SPKT Polda dan Polrestabes Bandung, belum ada informasi pelaporan terkait ancaman tersebut,” terangnya.
“Namun kami mempersilakan kehadiran Thom Haye maupun kuasa hukum Persib apabila nanti datang untuk membuat laporan,” lanjutnya.
Hendra juga menekankan pentingnya laporan resmi agar proses hukum dapat berjalan optimal, termasuk pengamanan bukti digital serta identifikasi pelaku.
“Kami menyarankan yang bersangkutan segera membuat laporan resmi, baik ke Polda Jabar maupun Polrestabes Bandung, agar dapat segera kami tindak lanjuti,” imbuhnya.
“Kami juga memonitor kasus ini di berbagai platform,” tambah Hendra, menunjukkan keseriusan kepolisian dalam menangani potensi ancaman yang melibatkan ujaran kebencian, rasisme, hingga intimidasi terhadap nyawa.
Langkah proaktif ini muncul menyusul viralnya unggahan Thom Haye di Instagram yang mengungkap pesan-pesan mengerikan pascalaga El Clasico Indonesia. Ancaman tersebut dinilai telah melampaui batas rivalitas sepak bola dan berpotensi melanggar hukum pidana, termasuk Undang-Undang ITE serta pasal terkait ancaman kekerasan.
Polda Jabar menegaskan komitmennya untuk menciptakan iklim sepak bola yang aman dan kondusif di Jawa Barat, sejalan dengan upaya bersama mengampanyekan Stop Racism dan menjunjung sportivitas.
Hingga Rabu (15/1/2026) pagi, proses pelacakan masih berlangsung. Sementara itu, pihak Persib dikabarkan tengah berkoordinasi untuk menentukan langkah hukum lebih lanjut.
Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen suporter agar menjaga emosi dan menjunjung tinggi nilai fair play, baik di dalam maupun di luar lapangan.
