JAKARTA – Liverpool terus bergerak aktif di bursa transfer musim panas 2026 dengan mengamankan tanda tangan Victor Munoz sebagai rekrutan pertama di era pelatih Andoni Iraola.
Pemain berusia 22 tahun tersebut bergabung setelah tampil impresif bersama Osasuna dan digadang-gadang menjadi salah satu aset penting The Reds dalam beberapa musim mendatang.
Jurnalis MARCA, Alberto Rubio, menggambarkan Munoz sebagai pemain sayap dengan kecepatan luar biasa yang mampu bermain di kedua sisi lapangan.
“Dia sangat, sangat cepat dan memiliki akselerasi yang luar biasa. Kecepatan adalah senjata terbesarnya,” ujar Rubio dikutip Liverpool.com, Selasa.
Menurut Rubio, perjalanan Munoz terbilang mengejutkan karena sebelumnya tidak banyak dikenal publik setelah bermain di kasta ketiga sepak bola Spanyol.
Performa gemilangnya bersama Osasuna membuat namanya melesat dan menjadi salah satu pemain kunci yang berperan besar dalam menjaga stabilitas tim sepanjang musim.
“Dia adalah sebuah fenomena musim ini. Cedera yang dialaminya bahkan hampir membuat Osasuna kesulitan karena pengaruhnya sangat besar bagi tim,” kata Rubio.
Munoz juga dinilai cocok dengan filosofi permainan Andoni Iraola yang mengandalkan intensitas tinggi, tekanan agresif, serta transisi cepat saat menyerang maupun bertahan.
Keunggulan pemain asal Spanyol tersebut terletak pada kemampuannya memanfaatkan ruang kosong, melakukan pressing, serta melewati lawan dengan akselerasi yang sulit dihentikan.
Meski demikian, Rubio menilai Munoz masih perlu meningkatkan pengambilan keputusan karena terkadang terlalu lama membawa bola dan memaksakan dribel.
Kedatangan Munoz melengkapi aktivitas transfer Liverpool setelah lebih dulu mendatangkan bek muda Jeremy Jacquet dari Rennes untuk memperkuat sektor pertahanan.
Di lini tengah, Liverpool masih memiliki banyak pilihan berkualitas seperti Ryan Gravenberch, Dominik Szoboszlai, Alexis Mac Allister, Curtis Jones, hingga Trey Nyoni yang siap mendukung skema 4-2-3-1 favorit Iraola.
Namun kebutuhan terbesar Liverpool saat ini justru berada di sektor serangan.
Alexander Isak menjadi satu-satunya penyerang tengah murni yang tersedia setelah Hugo Ekitike mengalami cedera.
Sementara itu, Cody Gakpo, Federico Chiesa, dan Rio Ngumoha lebih sering beroperasi dari sisi lapangan dibandingkan sebagai ujung tombak utama.
Situasi tersebut membuat manajemen Liverpool memprioritaskan perekrutan penyerang baru sebelum jendela transfer ditutup.
Nama yang mulai menguat adalah penyerang muda Pantai Gading, Yan Diomande.
Liverpool dikabarkan telah melakukan komunikasi awal dan siap mengajukan tawaran besar demi memenangkan persaingan mendapatkan pemain tersebut.
Jika transfer itu terwujud, lini depan Liverpool akan memperoleh tambahan tenaga muda yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas gol pada musim 2026/2027.
Dengan sektor pertahanan dan sayap mulai terisi, fokus utama The Reds kini tertuju pada pencarian striker baru yang mampu menjadi solusi jangka panjang di lini serang.***