JAKARTA – Roy Suryo dan dokter Tifa menjalani pemeriksaan intensif oleh Polda Metro Jaya terkait laporan pencemaran nama baik yang dilayangkan Jokowi. Kasus ini memicu perdebatan sengit di media sosial dan kalangan politik.
Latar Belakang Kontroversi
Kontroversi bermula dari tuduhan bahwa ijazah Jokowi diduga tidak asli. Roy Suryo, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, serta dokter Tifa, figur media sosial yang vokal, menjadi sorotan karena pernyataan mereka yang meragukan keabsahan dokumen pendidikan Jokowi. Pada 30 April 2025, Jokowi melaporkan lima orang, termasuk keduanya, ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik.
Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, menegaskan bahwa laporan ini bertujuan menegakkan kebenaran. “Ini sebetulnya masalah ringan, urusan tuduhan ijazah palsu. Tetapi memang perlu dibawa ke ranah hukum agar semuanya jelas,” ujarnya.
Pemeriksaan Roy Suryo: “Memberi Kuliah” ke Penyidik
Roy Suryo, pakar IT, tampil percaya diri saat diperiksa pada Kamis (15/5/2025). Ia mengaku sempat memberikan “kuliah” tentang UU ITE kepada penyidik. “Saya sudah sampai pertanyaan ke-24, lebih banyak soal identitas,” katanya.
Namun, Roy juga bersikap kritis. Ia menolak menjawab pertanyaan yang dianggap tidak sesuai dengan surat pemanggilan.”Surat itu tidak menyebut nama terlapor secara jelas. Pasal-pasalnya banyak, tapi terlapornya tidak ada,” ungkapnya.
Dokter Tifa dan Laporan yang Menyusul
Dokter Tifa, dikenal dengan komentar tajam di media sosial, juga dilaporkan oleh relawan Jokowi (AAJ) ke beberapa kepolisian daerah. Sebelumnya, beredar kabar hoaks bahwa keduanya ditahan, namun informasi itu dibantah.
Reaksi Publik dan Polemik
Kasus ini memicu perang narasi. Relawan Projo mendukung langkah hukum Jokowi, sementara Megawati Soekarnoputri menyarankan Jokowi menunjukkan ijazahnya untuk mengakhiri spekulasi. *”Kalau ijazah betul, kasih aja, ‘ini ijazah saya’,”* ujarnya.
Di media sosial, netizen terbelah. Sebagian mendukung Jokowi, sementara lainnya menilai ini sebagai pembatasan kebebasan berpendapat.
Langkah Jokowi dan Bukti yang Dikumpulkan
Jokowi telah menyerahkan 24 bukti, termasuk video, kepada polisi. Ia juga mengunjungi dosen pembimbingnya di UGM untuk menegaskan keabsahan pendidikannya. UGM sendiri telah membantah isu ijazah palsu tersebut.
Roy Suryo tetap bersikukuh dan mengusulkan pengujian forensik ijazah di laboratorium netral seperti Singapura.”Kami siap membongkar habis kasus skripsi palsu dan dugaan ijazah palsu,” tegasnya.