JAKARTA – Simak prakiraan cuaca oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk ibu kota provinsi di Indonesia pada Rabu (9/9/2026).
Sejumlah wilayah diprediksi mengalami hujan ringan hingga sedang, sementara daerah lainnya berpotensi berawan tebal dan berkabut.
Berikut Prakirawan BMKG Puji Sibuea menyampaikan prakiraan cuaca hari ini, seperti dikutip kanal YouTube BMKG:
Sumatra
Banda Aceh: Kondisi langit diperkirakan berawan tebal sepanjang periode prakiraan cuaca.
Medan: Hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi sehingga masyarakat perlu mewaspadai perubahan kondisi cuaca.
Padang: Hujan ringan diprakirakan mengguyur wilayah ibu kota Sumatra Barat.
Pekanbaru: Cuaca diprediksi didominasi hujan ringan pada Rabu.
Jambi: Awan tebal diperkirakan menyelimuti wilayah ibu kota Provinsi Jambi.
Palembang: Kondisi udara diprakirakan kabur sehingga jarak pandang perlu diperhatikan.
Bengkulu: Udara kabur diprediksi terjadi di wilayah ibu kota Provinsi Bengkulu.
Bandar Lampung: Kondisi berkabut menjadi prakiraan cuaca untuk ibu kota Provinsi Lampung.
Pangkal Pinang: Langit diperkirakan berawan tebal sepanjang periode pengamatan.
Tanjung Pinang: Hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah ibu kota Provinsi Kepulauan Riau.
Jawa
Serang: Hujan ringan diprakirakan turun di ibu kota Provinsi Banten.
Jakarta: Cuaca diprediksi berawan tebal sehingga masyarakat tetap perlu memantau perkembangan kondisi atmosfer.
Bandung: Hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah ibu kota Jawa Barat.
Semarang: Awan tebal diperkirakan mendominasi kondisi cuaca di ibu kota Jawa Tengah.
Yogyakarta: Kondisi berawan tebal diprediksi terjadi pada Rabu.
Surabaya: Cuaca berawan tebal diprakirakan menyelimuti ibu kota Provinsi Jawa Timur.
Bali dan Nusa Tenggara
Denpasar: Hujan ringan berpotensi terjadi di ibu kota Provinsi Bali.
Mataram: Kondisi cuaca diprediksi berawan di wilayah ibu kota Nusa Tenggara Barat.
Kupang: Awan tebal diperkirakan mendominasi kondisi langit di ibu kota Nusa Tenggara Timur.
Kalimantan
Pontianak: Kondisi udara diprediksi kabur sehingga masyarakat perlu memperhatikan jarak pandang.
Palangkaraya: Udara kabur diprakirakan terjadi di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah.
Banjarmasin: Kondisi udara diperkirakan kabur pada Rabu.
Samarinda: Cuaca berawan tebal diprediksi menyelimuti ibu kota Kalimantan Timur.
Tanjung Selor: Hujan yang disertai petir berpotensi terjadi sehingga warga perlu meningkatkan kewaspadaan.
Sulawesi
Manado: Cuaca diprediksi cerah berawan dengan kondisi langit relatif bersahabat untuk aktivitas masyarakat.
Gorontalo: Awan tebal diprakirakan mendominasi wilayah ibu kota Provinsi Gorontalo.
Palu: Hujan ringan berpotensi terjadi di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah.
Mamuju: Hujan ringan diprakirakan turun di wilayah ibu kota Provinsi Sulawesi Barat.
Kendari: Cuaca berawan tebal diprediksi terjadi di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara.
Makassar: Awan tebal diperkirakan menutupi langit ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan.
Maluku dan Papua
Ternate: Cuaca berawan tebal diprediksi terjadi di ibu kota Provinsi Maluku Utara.
Ambon: Kondisi berawan tebal diprakirakan mendominasi ibu kota Provinsi Maluku.
Sorong: Hujan ringan berpotensi mengguyur wilayah ibu kota Provinsi Papua Barat Daya.
Manokwari: Hujan ringan diprakirakan terjadi di ibu kota Provinsi Papua Barat.
Nabire: Kondisi hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah ibu kota Provinsi Papua Tengah.
Jayapura: Hujan ringan diprediksi mengguyur ibu kota Provinsi Papua.
Jayawijaya: Hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah ibu kota Provinsi Papua Pegunungan.
Merauke: Cuaca berawan tebal diprakirakan terjadi di ibu kota Provinsi Papua Selatan.
Waspadai Perubahan Cuaca
Masyarakat di wilayah yang berpotensi hujan disarankan memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum bepergian.
Khusus wilayah yang berpotensi mengalami petir, kewaspadaan perlu ditingkatkan ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.
Kondisi udara kabur dan berkabut juga perlu diperhatikan, terutama oleh pengguna kendaraan karena dapat memengaruhi jarak pandang.
Prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer sehingga masyarakat dianjurkan memantau pembaruan informasi resmi BMKG.***