JAKARTA – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Aceh saat salat Idulfitri 1447 Hijriah bukan sekadar agenda seremonial.
Keputusan Presiden salat Id di Aceh menjadi simbol kuat kepedulian negara terhadap warga terdampak bencana di wilayah Sumatera.
Langkah Presiden Prabowo Subianto salat Id di Aceh menjadi sorotan karena menunjukkan empati langsung kepada masyarakat yang masih dalam tahap pemulihan pascabanjir dan longsor yang melanda pada 2025.
Momentum Idulfitri ini sekaligus dimanfaatkan pemerintah untuk mempertegas komitmen membangun kembali daerah terdampak agar kembali pulih seperti sediakala.
“Perhatian Pemerintah pusat terhadap persoalan ini sejak awal luar biasa. Tekad Presiden (Prabowo) untuk kembali membangun Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh menjadi provinsi yang kembali seperti sediakala juga sudah dilakukan dengan baik,” kata Muzani.
Usai melaksanakan salat Id di Masjid Istiqlal, Muzani menyampaikan harapannya agar momentum Lebaran dapat mempererat persatuan bangsa yang selama ini telah terbangun.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial serta memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
“Yang kedua, kami berharap dan berdoa mudah-mudahan seluruh bangsa Indonesia dijauhkan dari malapetaka dan bahaya dan segala macam bencana lainnya, agar kita semua bisa membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Selain itu, Muzani mengingatkan masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama sebagai bagian dari upaya kolektif menghadapi berbagai tantangan ke depan.***