Langkah taktis kembali ditunjukkan Presiden Prabowo Subianto dalam mengejar ketertinggalan teknologi nasional. Menggunakan mobil kepresidenan andalannya, MV3 Garuda Limousine (Maung) berpelat RI 1, Kepala Negara mendadak mendatangi Wisma Danantara Indonesia di kawasan Jakarta Selatan pada Kamis (4/6/2026) siang sekitar pukul 14.00 WIB.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial rutin. Istana membocorkan bahwa kehadiran Prabowo kali ini secara spesifik bertujuan untuk membedah potensi teknologi masa depan demi kedaulatan bangsa.
“Hari ini tadi memang ada paparan berkenaan dengan masalah teknologi, dengan masalah kerja sama robotik, dan bagaimana kerja sama pendidikan terutama STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dalam rangka kita mempercepat penguasaan teknologi yang kita perlukan untuk kepentingan bangsa kita,” ungkap Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di Kompleks Istana Kepresidenan.
Fokus Tiga Pilar Teknologi Strategis Prabowo:
Dalam pertemuan tertutup tersebut, ada tiga sektor krusial yang menjadi perhatian serius Presiden:
-
Akselerasi Robotik: Penjajakan kerja sama pengembangan sistem robotik mutakhir untuk efisiensi berbagai sektor nasional.
-
Penguatan STEM: Reformasi dan perluasan kerja sama pendidikan berbasis sains dan teknologi tingkat tinggi.
-
Kedaulatan Digital: Memastikan Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, melainkan master atas teknologi yang digunakannya.
Sentilan Halus Prabowo: “Prestasi Bagus, tapi Sasaran Masih Jauh!”
Kehadiran ini menandai kali kedua Presiden Prabowo menginjakkan kaki di Wisma Danantara, setelah sebelumnya menghadiri tasyakuran HUT ke-1 lembaga pengelola aset super jumbo tersebut pada Maret 2026 lalu.
Meskipun secara rutin memantau perkembangan lembaga ini, Prabowo memanfaatkan momentum ini untuk kembali “melecut” jajaran pimpinan Danantara. Ia menegaskan bahwa Danantara memiliki tanggung jawab raksasa sebagai motor penggerak kontribusi ekonomi nasional melalui optimalisasi aset negara.
“Dalam tahun pertama ini walaupun saya ucapkan terima kasih, saya ucapkan selamat atas prestasi saudara-saudara, tapi saya ingatkan sasaran masih cukup jauh,” tegas Prabowo mengingatkan.
Dengan target jangka panjang yang ambisius, kunjungan teknologi ini seolah menjadi sinyal bahwa Danantara tidak hanya dituntut mengelola keuangan konvensional, melainkan wajib bertransformasi menjadi penyokong utama investasi berbasis teknologi tinggi di Indonesia.