JAKARTA – Seorang pria ditangkap aparat keamanan di sekitar Trump National Golf Club, Rancho Palos Verdes, California Selatan, beberapa hari sebelum Presiden Donald Trump menghadiri acara penggalangan dana Komite Nasional Partai Republik.
Penangkapan terjadi setelah agen federal berpakaian sipil melaporkan keberadaan seorang pria yang dianggap mencurigakan di kawasan lapangan golf pada Sabtu (1/8/2026) sore waktu setempat.
Menurut penyelidikan awal, pria tersebut terlihat berjalan mengelilingi area lapangan golf sambil mengambil foto dan merekam video di sejumlah titik strategis.
Petugas menduga aktivitas itu berkaitan dengan pemantauan terhadap persiapan sistem keamanan menjelang kedatangan Presiden Amerika Serikat.
“Pria tersebut terlihat berjalan di sekitar area lapangan golf sambil mengambil foto dan video serta diduga mengamati aktivitas perencanaan pengamanan,” demikian isi pernyataan resmi aparat seperti dilansir CBS News, Rabu.
Saat dihampiri petugas, pria itu diidentifikasi sebagai Jeanine John Taele, 38 tahun, warga Downey, yang ternyata sedang diselidiki Kepolisian El Segundo dalam kasus lain.
Petugas kemudian menahan Taele dan menemukan kendaraannya terparkir di area lapangan golf.
“Saat penahanan berlangsung, petugas menemukan magasin berisi 16 peluru hollow point yang disimpan di saku celananya,” demikian isi keterangan resmi.
Pemeriksaan kendaraan mengungkap sebuah pistol yang sudah terisi peluru di ruang tembak beserta magasin tambahan yang juga berisi amunisi hollow point.
Aparat federal turut menemukan teropong serta lencana bertuliskan “security protection agent” yang diduga digunakan pelaku.
Taele langsung ditangkap dengan tuduhan membawa senjata api tersembunyi serta memiliki amunisi yang dilarang.
Karena insiden dinilai berpotensi mengancam keamanan Presiden, penyidik memperoleh surat izin untuk menggeledah rumah tersangka pada Senin (3/8/2026).

Hasil penggeledahan menemukan senapan tipe AR yang dimodifikasi secara ilegal, pistol kaliber .45, komponen senapan AR, rompi antipeluru, magasin berkapasitas besar, ribuan amunisi, perangkat sinyal radio, serta sejumlah buku catatan.
Penyidik menyebut beberapa catatan tersebut memuat pernyataan yang dianggap mengkhawatirkan dan menyinggung Gedung Putih.
Kasus ini kini ditangani bersama oleh FBI melalui Joint Terrorism Task Force serta U.S. Secret Service untuk memastikan ada atau tidaknya ancaman terhadap Presiden.
“Kemungkinan masih akan ada dakwaan tambahan seiring penyelidikan berlanjut. Taele tetap berada dalam tahanan dan penyelidikan masih berlangsung,” bunyi pernyataan aparat.
Sumber penegak hukum mengungkapkan Taele sebelumnya mendatangi pegawai lapangan golf dan mengaku sebagai pegawai Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.
Ia juga disebut meminta bertemu Menteri Luar Negeri Marco Rubio, sehingga petugas Secret Service yang sedang melakukan persiapan pengamanan segera diberi tahu.
Berkas perkara telah diserahkan kepada Kantor Kejaksaan Los Angeles untuk dipertimbangkan proses hukumnya.
Taele dijadwalkan menjalani sidang perdana di pengadilan pada Rabu (5/8/2026) pagi waktu setempat.
Hingga kini, penyidik menyatakan Taele tidak memiliki riwayat pengawasan sebelumnya oleh Secret Service.
Aparat masih memeriksa seluruh barang bukti, menelusuri aktivitas pelaku sebelum penangkapan, serta mewawancarai keluarga dan orang-orang terdekat guna mengungkap motif sebenarnya.
“Kami tidak mengomentari secara rinci informasi intelijen pengamanan terkait terdakwa ini.”
“Namun, Secret Service selalu menyelidiki setiap informasi atau aktivitas yang secara wajar dapat dianggap sebagai potensi ancaman terhadap individu yang berada dalam perlindungan kami,” demikian pernyataan Secret Service.
Jaksa Amerika Serikat Bill Essayli menyatakan kantornya bersama Bureau of Alcohol, Tobacco, Firearms and Explosives (ATF) ikut menangani penyelidikan tersebut.
Ia kemudian mengonfirmasi Taele juga didakwa di tingkat federal karena memiliki senapan laras pendek yang tidak terdaftar.
Jika terbukti bersalah, tersangka terancam hukuman penjara federal hingga 10 tahun, selain tetap menghadapi proses hukum di Pengadilan Tinggi Los Angeles.
“Meskipun motif pelaku masih kami selidiki, kami bersyukur ia berhasil diamankan sebelum kunjungan Presiden. Aparat federal dan lokal bertindak cepat sehingga situasi yang berpotensi membahayakan dapat dicegah. Penyelidikan masih terus berlangsung,” kata Bill Essayli.
Presiden Donald Trump sendiri sempat berada di California Selatan pada Selasa malam untuk menghadiri acara penggalangan dana Partai Republik di lapangan golf miliknya sebelum melanjutkan perjalanan menuju Las Vegas, Nevada.***


