Di balik kemeriahan rencana parade unik Formula 1 dan Lego, sebuah ketegangan besar justru pecah di belakang layar. Menjelang GP Inggris hari Minggu ini, sempat terjadi perselisihan sengit terkait bayaran (pay row) yang membuat juara dunia tujuh kali, Lewis Hamilton, mengancam akan mundur dan mogok dari agenda Driver Parade menggunakan mobil mini Lego tersebut.
Berdasarkan laporan eksklusif dari The Telegraph, sejumlah bintang F1—termasuk Hamilton—menyatakan keberatan secara finansial untuk tampil dalam acara promosi sponsor yang mendadak diumumkan menjelang akhir pekan balapan di Silverstone. Para pembalap dilaporkan mulai frustrasi karena terus dituntut melakukan penampilan media dan pemasaran ekstra tanpa ada kompensasi bayaran tambahan.
Alasan Hamilton: “Ini Bagian Paling Berbahaya”
Sesuai rencana, para pembalap dijadwalkan mengendarai 22 mobil mini Lego dengan corak warna tim masing-masing untuk mengitari sirkuit. Agenda ini mengadopsi kesuksesan acara serupa di Miami tahun lalu yang berakhir kacau namun mengundang tawa karena aksi saling tabrak.
Namun, Hamilton awalnya secara terbuka menunjukkan keengganannya untuk terlibat dalam “balapan mainan” tersebut karena menganggapnya terlalu berisiko dan sarat muatan komersial sepihak.
Ketika didesak lebih jauh mengenai alasan utama penolakannya, Hamilton enggan berbicara banyak di depan publik. “Tidak banyak yang bisa dikatakan soal itu. Itu adalah sesuatu yang perlu saya selesaikan di luar jangkauan kamera (take offline),” tambahnya.
Meski sempat memboikot, Ferrari belakangan mengonfirmasi bahwa Hamilton akhirnya tetap akan berpartisipasi dalam acara Lego tersebut demi menghormati kontrak.
Kubu Kontra: Verstappen dan Stroll Pilih Cuek
Hamilton tidak sendirian dalam menyuarakan sentimen negatif ini. Beberapa pembalap lain juga menunjukkan sikap dingin dan ogah ambil pusing:
-
Max Verstappen (Red Bull): Menolak keras untuk ikut campur dalam drama promosi ini. “Saya tidak akan melibatkan diri dalam hal itu. Saya fokus pada pekerjaan saya dengan tim untuk melaju lebih cepat. Jika ada sesuatu yang berubah, Anda akan mendengarnya langsung dari saya, bukan orang lain,” tegas pembalap asal Belanda itu.
-
Lance Stroll (Aston Martin): Menunjukkan sikap super cuek. “Saya biasa saja, tidak sampai kehilangan waktu tidur karena memikirkannya. Saya juga tidak akan bangun pagi-pagi dengan perasaan bersemangat untuk acara itu. Ini cuma salah satu dari sekadar parade pembalap biasa.”
Kubu Pro: Lando Norris dan Bottas Malah Antusias
Berbanding terbalik dengan para pembalap senior yang memprotes masalah hak komersial, barisan pembalap lain justru melihat acara ini sebagai hiburan yang menyegarkan di tengah ketatnya kompetisi:
Lando Norris (McLaren): “Sebenarnya saya cukup bersemangat. Jika situasinya sama seperti di Miami, saya pikir siapa pun yang bisa kembali ke garis start tanpa merusak mobilnya sudah bisa dianggap sebagai pemenang! Ini hal yang keren dan berbeda untuk menyapa fans.”
Senada dengan Norris, Valtteri Bottas yang melewatkan parade di Miami tahun lalu mengaku sangat penasaran karena menganggap acara tersebut terlihat sangat menyenangkan di televisi. “Semua mobil dibatasi maksimal hanya 25 km/jam, jadi saya rasa kunci utamanya adalah menjaga jarak aman,” pungkas Bottas sembari tertawa.