JAKARTA – PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) memanfaatkan ajang Indonesian International Search and Rescue (IISAR) 2026 untuk menegaskan perannya sebagai tulang punggung industri dirgantara nasional dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR). Pada hari pertama pameran, Rabu (9/7/2026), booth PTDI menjadi salah satu pusat perhatian setelah dikunjungi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno.
Kunjungan tersebut menjadi sinyal dukungan pemerintah terhadap penguatan teknologi dan industri kedirgantaraan dalam mendukung misi kemanusiaan serta penanggulangan bencana di Indonesia.
Dalam kunjungannya, Pratikno meninjau berbagai platform udara dan solusi kedirgantaraan yang dipamerkan PTDI, termasuk produk helikopter hasil kolaborasi dengan Bell yang dirancang untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan.
“Menko PMK melihat secara langsung berbagai platform udara unggulan PTDI yang dipamerkan, termasuk produk helikopter hasil kolaborasi PTDI dan Bell,” demikian keterangan resmi PTDI.
Pameran IISAR 2026 sendiri berlangsung pada 9–12 Juli 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk 2, Jakarta Utara. PTDI menempati Hall C Nomor 10, Booth C01, dengan menampilkan berbagai produk unggulan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan operasi SAR di berbagai kondisi medan.
Beragam platform yang dipamerkan meliputi pesawat CN235, NC212, N219, helikopter, hingga teknologi tanpa awak berupa Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV) MALE Elang Hitam serta Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Wulung. Seluruh produk tersebut merepresentasikan kemampuan PTDI dalam menghadirkan solusi udara untuk operasi kemanusiaan, pengawasan, hingga penanganan keadaan darurat.
Keikutsertaan PTDI pada IISAR 2026 tidak hanya menampilkan produk pesawat dan helikopter, tetapi juga memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam membangun ekosistem industri dirgantara yang terintegrasi.
Dalam pameran ini, PTDI menggandeng anak usahanya, PT Nusantara Turbin dan Propulsi (PT NTP), yang memiliki kompetensi di bidang Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) mesin pesawat, turbin industri, serta layanan engineering pendukung.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa industri dirgantara nasional tidak hanya mampu memproduksi platform udara, tetapi juga menyediakan layanan pemeliharaan dan dukungan teknis yang menjadi faktor penting dalam menjaga kesiapan operasional armada.
Ajang IISAR 2026 yang digagas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI menjadi forum internasional yang mempertemukan otoritas SAR, pelaku industri, akademisi, hingga pemangku kepentingan dari berbagai negara.
Selain menghadirkan pameran teknologi, kegiatan ini juga menggabungkan forum diskusi serta operational challenge yang bertujuan memperkuat kolaborasi dan inovasi di sektor pencarian dan pertolongan.
Bagi PTDI, keikutsertaan dalam pameran ini menjadi momentum strategis untuk memperluas kerja sama dengan mitra nasional maupun internasional sekaligus memperkenalkan kemampuan industri dirgantara Indonesia kepada dunia.
“Keikutsertaan pada IISAR 2026 menjadi momentum strategis untuk memamerkan kapabilitas perusahaan dalam menghadirkan solusi udara yang mendukung misi pencarian dan pertolongan, sekaligus memperluas jejaring kemitraan dengan mitra nasional maupun internasional,” tulis PTDI.
Komitmen PTDI terhadap penguatan kemampuan udara untuk operasi SAR bukanlah hal baru. Perusahaan memiliki rekam jejak panjang dalam mendukung armada udara Basarnas.
Sepanjang periode 2013 hingga 2019, PTDI secara bertahap menyerahkan enam unit helikopter SAR AS365 N3+ Dauphin kepada Basarnas. Helikopter tersebut dirancang untuk menjalankan berbagai operasi pencarian dan penyelamatan di wilayah Indonesia yang memiliki karakter geografis kompleks, mulai dari pegunungan, kawasan kepulauan, hingga wilayah perairan.
Tidak hanya menyediakan platform udara, PTDI juga memberikan dukungan layanan purnajual yang mencakup pemeliharaan, perbaikan, overhaul, serta dukungan teknis guna memastikan armada tetap berada dalam kondisi siap operasi.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menghadirkan solusi menyeluruh, mulai dari desain, manufaktur, integrasi sistem, hingga layanan after-sales support.
Sebagai industri dirgantara nasional, PTDI terus memperkuat kemampuan teknologi agar mampu menghasilkan produk yang adaptif, andal, dan memiliki daya saing di pasar domestik maupun internasional.
Melalui partisipasinya di IISAR 2026, perusahaan berharap kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di bidang SAR semakin erat sehingga mampu memperkuat kesiapsiagaan Indonesia dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.
Selain menjadi ajang promosi teknologi, pameran ini juga menjadi etalase kemampuan industri dirgantara nasional dalam mendukung misi kemanusiaan, keselamatan penerbangan, penanggulangan bencana, serta operasi pencarian dan pertolongan, baik di tingkat nasional maupun internasional.