Racing Bulls menjadi salah satu tim Formula 1 pertama yang meluncurkan desain livery untuk musim 2026. Peluncuran tersebut digelar dalam sebuah acara spesial di Detroit, Amerika Serikat.
Bertempat di stasiun kereta ikonik Central Michigan, acara ini juga menampilkan peluncuran livery Red Bull Racing. Kota Detroit dipilih bukan tanpa alasan—kota ini dikenal sebagai rumah industri otomotif Amerika Serikat dan identik dengan Ford. Musim 2026 sendiri akan menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya Red Bull Ford Powertrains bertindak sebagai pemasok unit tenaga bagi kedua tim.
Para pembalap Liam Lawson dan Arvid Lindblad turut ambil bagian dalam mengungkap livery mobil 2026 Racing Bulls. Acara tersebut dihadiri sekitar 1.500 tamu undangan, sementara para penggemar di seluruh dunia menyaksikannya melalui siaran langsung.
Melanjutkan respons positif terhadap desain serba putih yang digunakan pada musim 2025, Racing Bulls kembali mempertahankan konsep warna serupa. Kali ini, tim menambahkan aksen biru ramping di sepanjang kontur sasis sebagai simbol kemitraan baru dengan Ford.
CEO Racing Bulls, Peter Bayer, mengatakan bahwa peluncuran ini merepresentasikan evolusi tim, baik sebagai merek maupun sebagai entitas balap.
“Peluncuran ini menangkap perkembangan Visa Cash App Racing Bulls sebagai sebuah brand dan tim balap. Mulai dari Detroit sebagai latar yang merepresentasikan kemitraan kami dengan Ford, hingga para kreator, penggemar, dan komunitas yang kami libatkan—semuanya mencerminkan ambisi kami untuk menjadi tim yang mengedepankan budaya,” ujar Bayer.
Ia menambahkan bahwa Racing Bulls ingin terhubung dengan generasi muda secara autentik, berani, dan inklusif, baik di dalam maupun di luar lintasan.
Sementara itu, Team Principal Alan Permane menilai musim 2026 sebagai salah satu fase perubahan teknis terbesar dalam sejarah Formula 1.
“Bermitra dengan Ford sejak awal perjalanan ini sangatlah signifikan. Proyek Red Bull Ford Powertrains menggabungkan rekayasa kelas dunia, inovasi, dan DNA balap yang kuat. Ini menempatkan kami pada posisi yang sangat baik saat Formula 1 memasuki era baru,” jelas Permane.
Ia juga menegaskan kebanggaan tim terhadap hasil pengembangan yang dilakukan keluarga besar Red Bull, yang akan segera diuji di lintasan dalam beberapa pekan ke depan.
Menjelang kembalinya membalap bersama Racing Bulls, Liam Lawson mengaku peluncuran livery di Detroit memberi kesan tersendiri.
“Meluncurkan livery 2026 di Detroit membuat momen ini terasa jauh lebih spesial. Sejarah inovasi di kota ini benar-benar mencerminkan apa yang sedang dibangun tim untuk masa depan,” ujarnya.
Sementara Arvid Lindblad, yang akan menjadi satu-satunya rookie di grid Formula 1 musim 2026, menyebut momen tersebut terasa seperti mimpi.
“Ini benar-benar surreal. Diperkenalkan sebagai pembalap Formula 1 di acara sebesar ini, di tempat yang begitu ikonik, adalah pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan,” kata Lindblad.
Ia menegaskan kesiapan untuk belajar, bekerja keras, dan memberikan segalanya di lintasan dalam membuka babak baru bersama Racing Bulls.
