PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) akan memanfaatkan sebagian besar dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) untuk memperkuat bisnis hiburan. Salah satu langkah utamanya adalah menggelar 15 hingga 16 konser dalam tiga tahun ke depan.
Perusahaan yang resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/7) itu berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp429,25 miliar setelah melepas 2,525 miliar saham baru dengan harga Rp170 per saham.
Dari total dana yang diperoleh, sekitar Rp161,5 miliar atau 37,61 persen akan dialokasikan untuk penyelenggaraan konser.
Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi, mengatakan konser-konser tersebut dipilih berdasarkan potensi keuntungan yang dapat dihasilkan perusahaan.
“Dalam tiga tahun ke depan, jika satu konser memberikan profitabilitas yang baik, maka 15 hingga 16 konser juga diharapkan mampu memberikan keuntungan yang besar,” ujar Cyril.
Menurutnya, RANS akan menghadirkan deretan musisi nasional maupun internasional. Penentuan artis akan memanfaatkan pengalaman Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang dinilai memahami tren industri hiburan serta popularitas para artis.
Tak hanya menggelar konser satu kali, RANS juga ingin membangun konsep acara musik yang berkelanjutan, bahkan menargetkan lahirnya festival tahunan yang memiliki daya tarik seperti Coachella.
Dana IPO untuk Ekspansi Bisnis
Selain mengembangkan bisnis konser, dana IPO juga akan digunakan untuk memperluas lini usaha lainnya.
Sebesar Rp85 miliar dialokasikan untuk mengakuisisi 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia, sementara Rp80 miliar akan digunakan untuk mengembangkan wahana bermain dan edukasi Cipungland.
RANS juga menganggarkan Rp35 miliar untuk investasi pada perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bersama PT Feedloop Global Teknologi.
Sementara itu, sekitar Rp29,95 miliar akan digunakan untuk melunasi sebagian pinjaman investasi perusahaan, dan Rp37,8 miliar sisanya menjadi tambahan modal kerja bagi PT Rans Nikmat Sejahtera.
Melalui strategi tersebut, RANS menargetkan pertumbuhan bisnis yang lebih agresif dengan memperkuat ekosistem hiburan, media, kekayaan intelektual (IP), hingga bisnis pendukung lainnya.