Drama menyakitkan yang menimpa George Russell pada balapan F1 Grand Prix Belgia di Sirkuit Spa-Francorchamps ternyata menyisakan kemarahan besar di balik layar. Baru-baru ini, sebuah rekaman audio radio tim yang sengaja tidak disiarkan oleh F1 saat siaran langsung, bocor ke publik dan memperlihatkan rasa frustrasi luar biasa dari sang pembalap asal Inggris tersebut.
Russell terpaksa menyudahi balapan lebih awal di lap pertama setelah terlibat tabrakan dengan mantan rekan setimnya yang kini membela Ferrari, Lewis Hamilton. Ban depan kiri mobil Hamilton menyenggol jet darat Russell di tikungan Les Combes, membuat Russell berputar hebat dan terjebak mati di atas jebakan kerikil (gravel). Hamilton sendiri langsung dijatuhi penalti atas insiden ini.
Isi Pesan Radio yang Disensor: Russell Ngamuk Soal Baterai
Sesaat setelah menyadari mobilnya tidak bisa bergerak lagi dan kampanyenya di Belgia berakhir zonk, pembalap berusia 28 tahun itu langsung meledak dan menghujani tim mekanik Mercedes dengan kata-kata kasar.
“Saya keluar! Apa-apaan yang terjadi dengan SoC (State of Charge / daya baterai) di trek lurus tadi?!” amuk Russell lewat radio tim.
“Baterai saya sama sekali tidak berfungsi di trek lurus! Teman-teman, ini benar-benar keterlaluan. Sumpah, buruknya performa sepanjang akhir pekan ini benar-benar tidak bisa diterima!” lanjutnya penuh emosi.
Nestapa Klasemen: Dari Calon Juara Kini Mulai “Mati Rasa”
Kegagalan finis (DNF) yang menghancurkan ini menjadi pukulan telak bagi Russell dalam perebutan gelar juara dunia 2026. Datang ke Belgia dengan status favorit juara, ia sempat berhasil memangkas jarak menjadi 25 poin dari rekan setimnya yang memimpin klasemen, Kimi Antonelli.
Namun, takdir berkata lain. Di saat Russell pulang dengan tangan hampa, Antonelli justru keluar sebagai pemenang untuk keenam kalinya dari 10 balapan musim ini. Alhasil, Russell kini tertinggal jauh 50 poin di belakang wonderkid Italia tersebut.
Pascabalapan, Russell pun curhat kepada media bahwa ia sudah mulai kebas dengan segala nasib sial yang berulang kali menimpanya musim ini.
“Saya sudah mati rasa dengan kekecewaan ini sekarang. Ketika hal buruk terjadi terlalu sering, Anda akhirnya menjadi terbiasa,” ujar Russell pasrah.
“Saya menghargai semua orang yang bekerja keras menyelesaikan masalah ini. Tapi, lihatlah, saya sudah berdiri di sini (menjawab wawancara media) padahal balapan baru berjalan 5 lap. Padahal saya merasa dalam posisi bagus untuk bertarung berebut pimpinan balapan di Tikungan 1, tapi tiba-tiba tenaga mobil hilang dan semuanya lenyap.”
Bos Mercedes Pasang Badan dan Akui Dosa
Mendengar sang pembalap frustrasi berat, Bos Tim Mercedes, Toto Wolff, langsung pasang badan. Ia menegaskan tidak ada satu persen pun kesalahan yang terletak pada pundak Russell.
Wolff mengakui seluruh mesin pasokan Mercedes akhir pekan ini mengalami anomali langka yang membuat pasokan tenaga jeblok di lintasan lurus, yang secara otomatis menempatkan Russell dalam posisi rentan hingga akhirnya diseruduk oleh Hamilton. “Kejadian ini 100 persen adalah kesalahan tim kami,” aku Wolff jantan.