Pemimpin klasemen sementara Formula 1 2026, Andrea Kimi Antonelli, angkat bicara mengenai rumor kepindahannya ke Ferrari yang diyakini bakal terus membayangi perjalanan kariernya. Pebalap muda berbakat asal Italia tersebut menilai spekulasi tersebut sebagai hal yang alami bagi seorang pebalap tuan rumah.
Menjelang balapan kandangnya di Grand Prix Italia akhir pekan ini, pebalap berusia 20 tahun tersebut datang dengan keunggulan mantap 59 poin di puncak klasemen pembalap.
Pencapaian ini mencatatkan sejarah baru, menjadikan Antonelli sebagai pebalap Italia pertama sejak era 1950-an yang memimpin perburuan gelar juara dunia F1 saat berlaga di publik sendiri.
Kendati masa depannya telah terkunci rapat bersama Mercedes, Antonelli menyadari bahwa kesuksesannya di lintasan akan selalu dikaitkan dengan tim legendaris berlogo kuda jingkrak tersebut.
“Tentu saja saya memahami situasi ini. Sebagai orang Italia, saya tahu betapa emosional dan antusiasnya publik kami terhadap balapan. Bahkan terkadang terlewat antusias. Jadi, tentu saja rumor seperti ini akan selalu ada,” ungkap Antonelli dalam sesi konferensi pers di Monza, Kamis (3/9/2026).
Meski mengakui daya tarik raksasa Italia tersebut, Antonelli menegaskan komitmen tunggalnya untuk pabrikan Jerman yang telah membesarkan kariernya sejak belia.
“Betapapun besarnya nama dan reputasi Ferrari, saya sangat bahagia dengan keberadaan saya di Mercedes saat ini. Mereka adalah pihak yang memberi saya kesempatan sejak saya masih kecil, dan saya merasa masih memiliki banyak hal untuk diberikan sebagai balas budi,” tegasnya.
Grid Penalty di Monza Bikin Lebih Rileks
Langkah Antonelli untuk meraih kemenangan di hadapan pendukung sendiri dipastikan menemui rintangan berat. Mercedes memutuskan untuk melakukan penggantian unit daya (power unit) di luar kuota musim ini, yang memaksa Antonelli menerima sanksi penurunan posisi start (grid penalty) hingga barisan paling belakang.
Kendati demikian, sang pacesetter memandang penalti tersebut dari kacamata positif. Ia menilai target finis di posisi lima besar masih sangat realistis, sementara tekanan di kandang menjadi sedikit berkurang.
“Secara tidak langsung, penalti ini membantu mengurangi beban tekanan. Meskipun saya jauh lebih suka bertarung merebut pole position dan start dari depan, situasi ini membuat saya merasa sedikit lebih rileks menghadapi akhir pekan,” tutur Antonelli.
Sanksi ini juga memberikan ruang eksperimen bagi tim mekanik Mercedes untuk menguji setelan mobil yang berbeda selama sesi latihan bebas.
“Ini adalah kesempatan untuk mencoba hal baru dan metode kerja yang berbeda, terutama saat latihan bebas (Free Practice) karena kami memiliki ruang untuk melakukan itu tanpa beban kualifikasi,” pungkasnya.