JAKARTA – Pemerintah memastikan kondisi ketahanan pangan nasional berada pada titik terkuat sepanjang sejarah setelah cadangan beras pemerintah (CBP) menembus angka 4,59 juta ton per awal April 2026.
Lonjakan stok beras ini menjadi sinyal positif di tengah ancaman fenomena El Nino yang diprediksi membawa dampak kemarau panjang di berbagai wilayah Indonesia.
Kementerian Pertanian menilai capaian ini sebagai fondasi penting untuk menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus mengantisipasi potensi krisis akibat perubahan iklim ekstrem.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa cadangan beras saat ini cukup untuk menopang kebutuhan nasional dalam jangka waktu panjang bahkan saat kondisi cuaca memburuk.
“Kondisi stok beras nasional di Indonesia dipastikan aman untuk 10 sampai 11 bulan ke depan.”
“Di sisi lain, El Nino diperkirakan enam bulan. Jadi, insyaAllah pangan kita aman,” ujar Amran dalam rapat kerja di Gedung DPR, Selasa (7/4).
Ia menjelaskan bahwa musim kemarau 2026 mulai berlangsung sejak April dengan wilayah Nusa Tenggara Timur sebagai daerah awal yang terdampak sebelum meluas ke kawasan lain hingga mencapai puncaknya pada Agustus.
Untuk meredam dampak kekeringan, pemerintah menginstruksikan pemerintah daerah agar mempercepat masa tanam serta memetakan area rawan kekeringan berdasarkan data historis.
Selain itu, optimalisasi sistem irigasi dan rehabilitasi infrastruktur air seperti embung dan sumur menjadi langkah strategis dalam menjaga produktivitas pertanian nasional.
Kementerian Pertanian juga telah menyiapkan berbagai alat dan mesin pertanian guna mendukung percepatan adaptasi di lapangan, termasuk pompa air, traktor, hingga alat tanam modern.
Di sisi lain, Perum Bulog memainkan peran krusial dalam menjaga lonjakan cadangan beras melalui penyerapan gabah dan beras secara agresif dari petani dalam negeri.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebutkan bahwa hingga 5 April 2026, realisasi penyerapan telah mencapai 1,6 juta ton yang menjadi rekor tertinggi dalam periode Januari hingga awal April.
Ia memastikan kapasitas penyimpanan masih mencukupi dengan langkah tambahan berupa penyewaan gudang berkapasitas 762 ribu ton serta pembangunan gudang baru sebesar 250 ribu ton.
“Kesimpulannya, buffer stock Bulog dinyatakan dalam keadaan aman dan berlimpah. Kemudian yang kedua, Bulog siap menghadapi perkembangan dinamika global dan potensi perubahan iklim dengan menerapkan strategi dan langkah-langkah antisipasi,” jelas Rizal.
Dengan kombinasi stok melimpah dan strategi antisipatif, pemerintah optimistis ketahanan pangan Indonesia tetap terjaga di tengah tekanan global dan ancaman perubahan iklim.***