JAKARTA — Pemerintah Indonesia melangkah lebih jauh dalam memodernisasi alutsista TNI Angkatan Udara. Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi menandatangani kontrak pengadaan 12 unit pesawat tempur ringan multiguna Leonardo M-346F “Block 20”, menyusul kesepakatan awal yang dijalin beberapa bulan sebelumnya.
Penandatanganan kontrak tersebut dilakukan antara produsen asal Italia, Leonardo, dengan perusahaan nasional PT ESystem Solutions Indonesia. Langkah ini merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman atau Letter of Intent (LOI) yang sempat diumumkan pada Februari lalu, sebagaimana dikutip dari laman resmi Leonardo pada Kamis (23/7).
Pengiriman Baru Dimulai 2030, Termasuk Alih Teknologi
Skema pengadaan ini tidak hanya sebatas jual-beli unit pesawat. Rencana kerja sama mencakup lokalisasi kemampuan dukungan, pemeliharaan, perbaikan besar (overhaul), pelatihan, hingga pengembangan sumber daya manusia di dalam negeri. Adapun proses pengiriman armada baru diperkirakan mulai berlangsung pada 2030 mendatang.
Kemhan Buka Suara, Pastikan Sesuai Kebutuhan Operasional TNI
Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala Biro Informasi dan Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen Rico Ricardo Sirait. Ia membenarkan bahwa pengadaan pesawat M-346F Block 20 memang tengah berjalan sebagai bagian dari modernisasi pertahanan negara.
Menurutnya, seluruh proses pengadaan alutsista mengikuti mekanisme yang berlaku, dengan memperhatikan tiga aspek utama: kesiapan personel, keberlanjutan dukungan logistik, dan penguatan industri pertahanan dalam negeri.
Rico menjelaskan bahwa jet latih tempur tersebut nantinya diarahkan untuk mendukung dua kebutuhan sekaligus, yakni pelatihan pilot tingkat lanjut dan kesiapan operasional TNI AU dalam menghadapi era pesawat tempur generasi baru.
“Terkait pengadaan pesawat M-346F Block 20, pada prinsipnya program tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan pelatihan pilot tingkat lanjut sekaligus kesiapan operasional TNI Angkatan Udara, khususnya dalam mempersiapkan adaptasi pilot terhadap teknologi pesawat modern,” ujar Rico.
Diarahkan untuk Manfaat Jangka Panjang dan Industri Pertahanan Nasional
Lebih jauh, Rico menegaskan bahwa kerja sama dengan Leonardo tidak berhenti pada pengadaan unit pesawat semata. Kemhan disebut turut mengarahkan skema kerja sama ini agar memberi dampak berkelanjutan bagi ekosistem pertahanan Tanah Air, mulai dari dukungan pemeliharaan, peningkatan kapasitas SDM, hingga penguatan industri pertahanan dalam negeri.
“Kerja sama ini juga diarahkan untuk memberikan manfaat jangka panjang melalui dukungan pemeliharaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan kemampuan industri pertahanan nasional,” kata Rico menambahkan.
Bagian dari Strategi Modernisasi Alutsista TNI AU
Kehadiran M-346F Block 20 nantinya diproyeksikan menjadi jembatan bagi para penerbang TNI AU sebelum mengoperasikan pesawat tempur generasi lebih maju. Dengan skema alih teknologi dan pelatihan yang menyertainya, pengadaan ini juga dibaca sebagai bagian dari upaya jangka panjang pemerintah membangun kemandirian industri pertahanan, sejalan dengan kebutuhan modernisasi kekuatan udara nasional yang terus digenjot dalam beberapa tahun terakhir.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai nilai total kontrak maupun rincian skema pembiayaan pengadaan 12 unit M-346F Block 20 tersebut.