JAKARTA – Sejak fajar menyingsing, lautan jamaah mulai memadati pelataran Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, untuk mengikuti Shalat Idul Adha 1446 H.
Kehadiran mereka menciptakan atmosfer khusyuk dan sakral yang khas setiap perayaan Hari Raya Kurban.
Antrean mulai terlihat di sejumlah akses masuk utama, termasuk Gerbang Al-Fattah dan As-Salam, bahkan sebelum azan Subuh berkumandang.
Ribuan umat Islam dari berbagai penjuru Jakarta dan sekitarnya rela datang lebih awal untuk mendapat tempat strategis di dalam masjid negara.
“Tahun ini saya ajak istri, dua anak, menantu, dan cucu. Kami sengaja datang sejak subuh, shalat subuh di sini dan supaya bisa mendapat tempat di barisan depan lantai dasar aula utama.”
“Selain ingin merasakan suasana di Istiqlal, saya juga ingin shalat bareng Presiden dan Wakil Presiden,” ujar Mukhlisin (54), jamaah asal Kelapa Gading.
Masjid terbesar di Asia Tenggara itu mampu menampung hingga 250.000 jamaah. Namun, panitia memperkirakan jumlah kehadiran kali ini berkisar antara 100.000 hingga 150.000 orang, sejalan dengan tren tahun-tahun sebelumnya.
Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Istiqlal pun menjadi magnet spiritual yang kuat, terlebih dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di tengah umat.
Tata Tertib Ketat
Pengamanan diperketat oleh gabungan personel TNI, Polri, Paspampres, dan petugas internal masjid.
Pemeriksaan dilakukan di pintu-pintu masuk utama guna memastikan ketertiban dan keamanan ibadah.
Gerbang dibuka sejak pukul 03.30 WIB, memungkinkan jamaah masuk lebih awal dan melaksanakan Shalat Subuh berjamaah sebelum rangkaian utama dimulai.
Terdapat beberapa akses masuk bagi pejalan kaki, seperti Gerbang Al-Fattah dan As-Salam di sisi Halte Juanda.
Sementara jamaah yang datang menggunakan kendaraan diarahkan melalui Gerbang Al-Aziz dan Al-Mukmin di seberang SMPN 4, Jalan Perwira.
Area parkir tambahan pun disediakan di sejumlah titik strategis, seperti halaman Kementerian Agama, Lapangan Banteng, hingga kawasan Pos Bloc.
Presiden Prabowo dan Pejabat Negara Hadir di Tengah Jamaah
Kehadiran para petinggi negara turut mewarnai pelaksanaan ibadah di Masjid Istiqlal.
Selain Presiden dan Wakil Presiden, sejumlah tokoh penting dijadwalkan hadir, antara lain Menteri Agama, Mensesneg, Menko PMK, dan Ketua MPR.
Kehadiran mereka menjadi simbol sinergi antara pemerintahan dan umat dalam merayakan hari suci penuh makna ini.
Pukul 07.00 WIB, rangkaian utama dimulai. Shalat Idul Adha dipimpin oleh Ahmad Muzzakir Abdurrahman, hafiz nasional yang pernah menorehkan prestasi di tingkat ASEAN dan Asia Pasifik.
Khutbah Idul Adha disampaikan oleh Rektor UIN Raden Intan Lampung, Wan Jamaluddin Z, dengan tema reflektif: “Nilai pengorbanan dan keikhlasan dalam Idul Adha.”
Perayaan Idul Adha di Masjid Istiqlal tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya umat untuk beribadah, tapi juga ruang kebersamaan lintas generasi—dari anak kecil hingga lansia—yang datang bersama keluarga besar mereka.
Semuanya bersatu dalam satu harapan: memperkuat keimanan melalui pengorbanan dan keikhlasan.***