JAKARTA — Sandro Mamukelashvili mulai menunjukkan kualitasnya sebagai kandidat utama center pelapis Los Angeles Lakers setelah tampil produktif dalam laga pramusim NBA melawan Sacramento Kings.
Pemain berusia 27 tahun itu membukukan 19 poin, tiga rebound, empat assist, satu steal, dan satu blok dalam 21 menit, jauh lebih produktif dibandingkan Kevon Looney yang hanya mencatat empat poin, lima rebound, dan satu blok.
Penampilan tersebut memperkuat argumen bahwa pelatih JJ Redick perlu memberi Mamukelashvili kesempatan lebih besar sebagai center cadangan, meskipun Looney telah dipercaya menjadi starter dalam dua dari tiga pertandingan pramusim.
Mengutip Lake Show Life, Jumat (9/10/2026), kembalinya Walker Kessler dari cedera jari diperkirakan akan mengisi posisi center utama, sehingga persaingan berikutnya berpusat pada siapa yang paling layak menjadi pelapisnya.
Mamukelashvili Bawa Dimensi Serangan Baru
Lakers merekrut Mamukelashvili dengan kontrak empat tahun senilai 52 juta dolar AS atau sekitar Rp866 miliar, dengan asumsi kurs Rp16.650 per dolar AS.
Pemain bertinggi 206 sentimeter itu sesuai dengan rencana Lakers membangun skuad yang lebih muda, atletis, dan fleksibel untuk mendukung permainan Luka Doncic.
Mamukelashvili mampu menciptakan peluang melalui transisi cepat, penetrasi, umpan dari area atas, hingga tembakan tiga angka, termasuk tembakan step-back yang mencuri perhatian penonton saat menghadapi Kings.
Kemampuannya sebagai pengumpan juga menjadi nilai tambah karena ia mencatat lima assist pada pertandingan pramusim pertama dan mencetak lebih dari 15 poin dalam dua laga terakhir yang disebutkan dalam laporan tersebut.
Kehadiran pemain asal Georgia itu berpotensi membantu unit kedua Lakers tetap produktif ketika Doncic dan pemain-pemain utama lainnya beristirahat.
Peran Looney Mulai Dipertanyakan
Looney memiliki pengalaman panjang di NBA dan pernah meraih tiga gelar juara bersama Golden State Warriors, tetapi keterbatasan kecepatan serta kelincahan mulai menjadi persoalan dalam permainannya.
Kemampuan membaca permainan tetap menjadi keunggulannya, tetapi ia dinilai kurang efektif dalam menjaga ring dan memberikan ancaman atletis di area dekat keranjang.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Lakers masih membutuhkan kontribusi besar dalam perebutan rebound dan pertahanan area paint ketika Kessler belum bermain.
Meski demikian, pengalaman Looney masih bisa berguna untuk menghadapi lawan tertentu, sehingga perannya sebagai center ketiga dapat menjadi opsi bagi Redick.
Fleksibilitas Mamu Jadi Senjata Lakers
Mamukelashvili tidak hanya mampu bermain sebagai center, tetapi juga bisa ditempatkan sebagai power forward untuk memberikan variasi dalam susunan pemain Lakers.
Ia dapat melepaskan tembakan jarak jauh, menyerang melalui dribel, menyelesaikan peluang di dekat ring, serta membuka ruang bagi Doncic dan rekan-rekannya.
Pada musim sebelumnya bersama Toronto Raptors, ia mencatat akurasi tembakan tiga angka 38,9 persen dan memasukkan 52,3 persen dari seluruh percobaan tembakannya.
Kemampuan tersebut membuatnya cocok untuk skema small-ball Redick, terutama ketika Lakers membutuhkan permainan cepat dan ruang tembak yang lebih luas.
Redick Perlu Memberi Kepercayaan Lebih Besar
Lakers masih menyusun rotasi terbaik menjelang musim reguler, tetapi performa Mamukelashvili memberikan alasan kuat untuk mengujinya sebagai center cadangan utama.
Looney tetap dapat dimanfaatkan berdasarkan kebutuhan pertandingan, sedangkan Mamukelashvili berpeluang memberikan energi, kreativitas, dan tambahan daya gedor bagi unit kedua.
Jika konsistensinya berlanjut, Mamukelashvili berpotensi menjadi salah satu pemain penting yang membantu Lakers bersaing di papan atas NBA.***