JAKARTA – Memasuki satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Indonesia kembali mendapat sorotan positif dari dunia internasional.
Di tengah ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi global, Dana Moneter Internasional (IMF) justru meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2025 dan 2026, dari 4,8 persen menjadi 4,9 persen.
Hal tersebut seperti diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam acara Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Piala Adhi Praya Garuda TV, Senin (20/10/2025).
Airlangga mengungkapkan Managing Director IMF Kristalina Georgieva menyebut Indonesia sebagai “bright spot”, atau titik terang ekonomi dunia.
Pujian ini diberikan berkat reformasi kelembagaan, kebijakan fiskal yang disiplin, dan stabilitas makroekonomi yang terus dijaga oleh pemerintahan Prabowo-Gibran.
Airlangga menegaskan, dalam satu tahun pertama Kabinet Merah Putih, sejumlah capaian ekonomi berhasil diraih.
Di antaranya adalah ekonomi makro yang stabil, sektor keuangan yang sehat, investasi yang tumbuh, kesejahteraan sosial yang meningkat, perlindungan sosial yang menguat, serta deregulasi dan reformasi yang berkelanjutan.
Pertumbuhan Ekonomi Terbaik di G20
Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,12 persen, menjadikannya salah satu yang terbaik di antara negara-negara G20.
Jika dikalkulasikan, selama tujuh tahun terakhir, perekonomian nasional tumbuh kumulatif 35 persen—angka yang jarang dicapai oleh negara lain.
“Tidak banyak negara yang bisa mencapai pertumbuhan sebesar ini,” ujar Airlangga.
Selain itu, defisit APBN tetap dijaga di kisaran 3 persen terhadap PDB, termasuk yang terendah di antara negara G20.
Begitu juga dengan rasio utang terhadap PDB, yang masih berada pada level aman dan rendah dibanding negara-negara lain di kelompok tersebut.
Kredit Rating Stabil, Kepercayaan Global Menguat
Dari sisi kepercayaan internasional, peringkat kredit Indonesia tetap berada di level investment grade dengan outlook stabil dari tiga lembaga pemeringkat utama dunia: Moody’s, Fitch Ratings, dan Standard & Poor’s (S&P).
Capaian ini menegaskan bahwa kebijakan ekonomi Prabowo-Gibran dinilai kredibel dan konsisten dalam menjaga keseimbangan fiskal, mendorong investasi, serta memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah tantangan global.***