JAKARTA – Para sekretaris jenderal (sekjen) partai politik yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sepakat menjadikan forum komunikasi antar-sekjen sebagai agenda rutin ke depan. Kesepakatan itu muncul dari pertemuan tertutup yang berlangsung di kediaman Sekjen Partai Gerindra Sugiono pada Kamis (13/8/2026) malam.
Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron mengungkapkan, keputusan untuk menggelar pertemuan berkala tersebut diambil demi kepentingan yang lebih luas, yakni rakyat, bangsa, dan negara.
“Ke depan untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara kami bersepakat untuk bertemu secara rutin,” ujar Herman saat dikonfirmasi Kamis malam.
Kendati demikian, Herman belum bisa memastikan jadwal maupun agenda spesifik yang akan dibahas dalam setiap pertemuan mendatang. Ia menyebut keputusan teknis semacam itu berada di ranah para ketua umum partai, bukan di tingkat sekjen. “Lihat saja nanti, kami kan para sekjen, tentu nanti kebijakannya ada di para Ketum Partai,” jelasnya.
Bantah Bahas Revisi UU Pemilu
Herman juga menepis anggapan bahwa pertemuan di kediaman Sugiono itu membahas isu politik tertentu, termasuk revisi Undang-Undang Pemilu yang tengah bergulir di DPR RI. Menurutnya, forum tersebut murni ajang mempererat hubungan antarpartai koalisi tanpa ada agenda substantif yang dibicarakan. “Tidak ada yang khusus, dan belum ada pembahasan substantif. Pertemuan di kediaman sekjen partai Gerindra ini adalah untuk mempererat silaturahmi antara sekjen partai koalisi merah putih,” pungkasnya.
Sepuluh Sekjen Partai Hadir
Pertemuan yang digelar Kamis malam itu diikuti oleh sepuluh sekjen partai anggota koalisi pemerintahan Prabowo. Selain Herman dan Sugiono, hadir pula Sekjen Partai Golkar Sarmuji, Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa Hasanuddin Wahid, Sekjen Partai Amanat Nasional Eko Patrio, Sekjen Partai Nasdem Hermawi Taslim, Sekjen Partai Keadilan Sejahtera Muhammad Kholid, Sekjen Partai Solidaritas Indonesia Raja Juli Antoni, Sekjen Partai Garuda Ihsan Jauhari, serta Sekjen Partai Gelora Mahfuz Sidik.
Saat dikonfirmasi terpisah, Sarmuji membenarkan bahwa pertemuan tersebut sebatas ajang silaturahmi. “Iya. Silaturahmi saja,” katanya singkat.
Refleksi Jelang HUT ke-81 RI
Sarmuji menambahkan, pertemuan yang berlangsung di kediaman Sugiono itu sengaja digelar sebagai momen refleksi bersama menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain mempererat hubungan internal koalisi, forum tersebut juga menjadi ruang bagi partai-partai pendukung pemerintah untuk memastikan arah pembangunan nasional saat ini tetap selaras dengan cita-cita kemerdekaan. “Refleksi menjelang 17 Agustus, memastikan langkah pembangunan mendekati cita-cita kemerdekaan,” tuturnya.
Senada dengan itu, Muhammad Kholid mengungkapkan bahwa pertemuan antar-sekjen partai koalisi sebenarnya sudah lama direncanakan. Forum tersebut, kata dia, dimaksudkan sebagai wadah bertukar pikiran sekaligus saling menguatkan di antara sesama anggota koalisi pemerintahan. “Silaturahim antar sekjen-sekjen partai koalisi. Sudah lama memang kami ingin silaturahmi, saling tukar pikiran, saling support sebagai sesama anggota partai koalisi,” ucap Kholid.
Dengan disepakatinya agenda pertemuan rutin ini, forum komunikasi antar-sekjen partai koalisi diproyeksikan akan terus berlanjut, meski detail waktu dan materi pembahasannya masih menunggu arahan lebih lanjut dari masing-masing ketua umum partai.



