JAKARTA – Jannik Sinner kembali mempertegas statusnya sebagai unggulan utama usai memastikan tempat di perempat final Wimbledon 2026 dengan performa yang semakin meyakinkan.
Petenis nomor satu dunia itu menundukkan Shintaro Mochizuki dalam babak 16 besar di All England Club, London, Senin (6/7/2026) pagi WIB.
Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang catatan impresif Sinner yang kini lima kali berturut-turut mencapai delapan besar turnamen Grand Slam lapangan rumput paling bergengsi itu.
Sinner mengakhiri perlawanan petenis Jepang yang datang dari jalur kualifikasi melalui kemenangan tiga set langsung 6-3, 7-6(0), dan 6-3.
Laga berdurasi dua jam 25 menit itu memperlihatkan konsistensi permainan Sinner sejak awal hingga akhir pertandingan.
Hasil tersebut menjadi kemenangan straight set ketiga yang diraih petenis Italia itu setelah sebelumnya harus melewati pertandingan lima set pada laga pembuka.
Setelah sempat mendapat ujian berat di putaran pertama saat menghadapi Miomir Kecmanovic, performa Sinner terus meningkat pada setiap pertandingan berikutnya.
Dominasi Sinner terlihat dari kemampuannya mengendalikan ritme permainan sepanjang duel melawan Mochizuki.
Petenis berusia muda itu mampu menggagalkan lima peluang break point yang dimiliki lawannya tanpa sekalipun kehilangan gim servis.
Ketangguhan saat mempertahankan servis menjadi salah satu faktor penting yang membuat Mochizuki kesulitan menemukan celah untuk membalikkan keadaan.
Selain tampil solid saat bertahan, Sinner juga menunjukkan agresivitas tinggi melalui torehan 44 winner sepanjang pertandingan.
Produktivitas pukulan tersebut sukses meredam permainan cepat khas lapangan rumput yang menjadi kekuatan Mochizuki.
“Ini pertama kali kami bertemu, jadi saya belum tahu apa yang akan dihadapi. Saya berusaha menangani situasi lebih baik darinya dan berhasil melakukannya,” kata Sinner usai pertandingan.
“Dia (Mochizuki) pemain luar biasa yang tampil hebat sejak babak kualifikasi. Dia pantas bangga terhadap penampilannya dan timnya,” ujar petenis Italia tersebut.
Sinner mengakui lawannya memberikan tekanan yang tidak mudah sepanjang pertandingan.
“Permainannya sangat menyulitkan, terutama di lapangan ini. Saya mencoba tampil lebih agresif dan sangat puas dengan performa hari ini,” kata Sinner.
Keberhasilan tersebut membuat Sinner kembali mencatat sejarah pribadi di Wimbledon.
Ia kini mengoleksi lima penampilan beruntun di babak perempat final Wimbledon sejak pertama kali menembus fase tersebut.
Di antara petenis yang masih aktif, hanya Novak Djokovic yang memiliki catatan serupa.
Pencapaian itu semakin menegaskan konsistensi Sinner sebagai salah satu kekuatan utama tenis dunia dalam beberapa musim terakhir.
Pada babak delapan besar, Sinner dijadwalkan menghadapi Jan-Lennard Struff asal Jerman.
Struff yang kini berusia 36 tahun mencatat sejarah sebagai debutan tertua di perempat final Grand Slam Era Terbuka.
Kesempatan tersebut hadir setelah Hubert Hurkacz tidak melanjutkan persaingan.
Pertemuan Sinner dan Struff diprediksi menjadi salah satu duel yang paling dinantikan pada fase perempat final Wimbledon 2026.
Sinner membawa modal performa stabil, sedangkan Struff datang dengan motivasi tinggi untuk melanjutkan kisah terbaik dalam kariernya di Grand Slam.***