JAKARTA – Teladan Metropolitan City Rally (TMCR) 2026 berlangsung meriah di kawasan Balaikota DKI Jakarta, Minggu (28/6). Ajang yang memadukan olahraga otomotif, edukasi keselamatan berkendara, dan promosi pariwisata perkotaan ini terselenggara berkat kolaborasi Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Teladan SMAN 3 Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, IMI DKI Jakarta, dan Jakarta Storm Speed.
Mengambil titik start dan finis di Balaikota DKI Jakarta, TMCR 2026 tidak hanya menjadi ajang adu ketepatan navigasi dan keterampilan berkendara, tetapi juga mempererat silaturahmi lintas generasi sekaligus mengampanyekan sportivitas serta tertib berlalu lintas.
Prosesi pembukaan diawali dengan flag-off mobil nol (Zero Car) yang dipimpin Wakil Ketua Umum III IKA Teladan, Raffi Ahmad. Kehadirannya menjadi simbol dukungan generasi muda terhadap perkembangan olahraga otomotif nasional.
Selanjutnya, pelepasan peserta dilakukan secara bergantian oleh sejumlah tokoh nasional dan pejabat, di antaranya Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemprov DKI Jakarta, Arif Maulana yang mewakili Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Ketua IMI DKI Jakarta Anondo Eko, Ketua IKA Teladan Boy Thohir, Ketua MPR RI periode 2019–2024 Bambang Soesatyo, mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn.) Roesmanhadi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Andri Yansyah, serta Pembina TMCR 2026 Adi Yunadi Endjun. Prosesi tersebut turut didampingi jajaran pengurus IKA Teladan dan panitia pelaksana.
Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi ketika mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn.) Roesmanhadi yang telah berusia 81 tahun tidak hanya melakukan flag-off, tetapi juga turun langsung sebagai peserta reli. Setelah mengibarkan bendera start, ia memasuki kendaraan reli dan mengikuti seluruh rangkaian perlombaan.
Ketua IKA Teladan Boy Thohir menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam penyelenggaraan TMCR 2026.
“Ajang Teladan Metropolitan City Rally 2026 ini merupakan buah kolaborasi luar biasa antara pihak penyelenggara, IKA Teladan, Pemprov DKI, IMI DKI Jakarta, hingga Jakarta Storm Speed. Kami sangat bangga acara ini didukung penuh oleh lintas generasi dan berbagai pemangku kepentingan—mulai dari tokoh senior, regulator, komunitas otomotif dan olahraga, hingga figur muda nasional,” ujar Boy Thohir.
Dalam kesempatan yang sama, Arif Maulana yang mewakili Gubernur DKI Jakarta memberikan apresiasi terhadap konsep TMCR 2026. Selain mengangkat aspek budaya dan pariwisata, kegiatan ini juga dinilai mendorong komunitas otomotif untuk berkontribusi dalam kampanye pengurangan polusi udara dan mewujudkan langit biru Jakarta.
Selain kompetisi reli, kawasan Balaikota DKI Jakarta juga dipadati berbagai kegiatan pendukung, mulai dari bazar UMKM binaan alumni, pertunjukan hiburan, hingga pembagian doorprize yang menambah semarak suasana.
Puncak acara ditandai dengan pengumuman 10 besar pemenang reli yang dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. Menpora secara langsung menyerahkan trofi kepada para juara di podium penghargaan.
TMCR 2026 juga mencatat sejumlah pencapaian penting. Seluruh rangkaian perlombaan, baik reli mobil, motor maupun sepeda, berlangsung tanpa insiden atau zero accident. Rekayasa lalu lintas yang diterapkan panitia berhasil menjaga kelancaran arus kendaraan meski ratusan peserta memadati kawasan Balaikota.
Ajang ini juga menampilkan semangat inklusivitas melalui keikutsertaan peserta disabilitas pada kategori motor dan mobil. Sementara itu, komunitas Volkswagen menjadi peserta terbanyak dengan 63 starter, disusul komunitas TLCI, Mini Cooper, AVOC, serta Teladan Cycling Club untuk kategori sepeda.
Keberhasilan TMCR 2026 turut melahirkan sejumlah juara baru. Salah satunya duet kakak beradik dari Keluarga Koestoro yang tampil sebagai pendatang baru. Dengan nomor start 134, mereka berhasil meraih Podium 1 Kejuaraan Mobil EV (Listrik) serta Podium 4 Kejuaraan Umum Non-Seeded.
Annette, perwakilan tim Koestoro, mengapresiasi penyelenggaraan acara sekaligus memberikan sejumlah masukan.
“Pemilihan tempat start dan finish di Balaikota sangat bagus dan prestisius, begitu pula dengan konsep opening ceremony-nya. Secara keseluruhan, acara ini keren habis! Catatan untuk ke depan mungkin hanya pada sinkronisasi waktu start agar ketepatan waktu para peserta time rally bisa lebih maksimal,” ujar Annette.
Roosita Koestoro juga mengaku puas dengan pengalaman perdananya mengikuti TMCR.
“Sangat senang bisa berpartisipasi di TMCR 2026. Acaranya rapi dan dikemas dengan bagus. Kebetulan kami berhasil memenangkan dua kejuaraan, ini membuat kami semakin bersemangat untuk ikut lagi di program TMCR selanjutnya. Sukses terus untuk penyelenggara, kami tunggu event-event berikutnya!” ungkap Roosita.
Sementara itu, Koestoro Jr. menyampaikan sejumlah evaluasi teknis terkait transparansi perubahan waktu start, optimalisasi rute agar menghindari titik kemacetan, serta usulan menghidupkan kembali sistem petunjuk rute model Tulip.
“Di luar catatan teknis tersebut, manajemen event secara keseluruhan sudah berjalan dengan sangat baik dan profesional,” pungkas Koestoro Jr.
Pada kategori reli motor, Pendi/Titin Rahmawati tampil sebagai juara umum The Best of 10, sementara Agus Wijaya menjadi juara kategori motor manual dan Hendra Gunawan menjuarai kategori motor listrik.
Di kategori reli mobil, Denni Singgih/Edi Hasahatan bersama Albert Donovan meraih gelar juara Kejuaraan Seeded. Sementara itu, Silvia Octarina/Yan Kristianto bersama Suzy Sudarto S.A. menjadi juara Kejuaraan Umum Non-Seeded, sedangkan Koestoro Junior bersama Annette Koestoro dan Roosita Koestoro sukses menjuarai kategori Mobil EV (Listrik).
Keberhasilan penyelenggaraan TMCR 2026 memperkuat posisinya sebagai salah satu ajang city rally terbesar di Indonesia yang memadukan olahraga otomotif, keselamatan berkendara, pemberdayaan UMKM, serta kolaborasi lintas komunitas dan generasi.