BOGOR – Bendi Wijaya (30), sopir truk pengangkut galon penyebab kecelakaan maut di Tol Ciawi pada Rabu (5/2), kini tengah dirawat di RSUD Ciawi setelah mengalami cedera otak dan patah tulang.
Direktur RSUD Ciawi, dr. Fusia Meidiawaty, menjelaskan bahwa Bendi mengalami cedera kepala sedang disertai pendarahan ringan di otak, atau yang dikenal dalam istilah medis sebagai fracture basis cranii. Meski demikian, kondisinya mulai menunjukkan perbaikan dan Bendi kini sudah bisa membuka mata.
“Jika dibandingkan dengan kondisi kemarin, yang sebelumnya tidak dapat membuka mata, sekarang ia sudah dapat membuka mata,” ungkap dr. Fusia dalam konferensi pers di RSUD Ciawi pada Kamis (6/2).
Saat ini, Bendi mendapatkan penanganan dari tim dokter subspesialis bedah saraf dan mata. Namun, meski sudah sadar, rumah sakit masih belum dapat memastikan apakah Bendi dapat dimintai keterangan terkait insiden yang terjadi.
“Belum bisa dipastikan, karena semua tergantung pada perkembangan kondisi Bendi. Saat ini, ia masih belum bisa diajak berkomunikasi,” lanjut dr. Fusia.
Bendi dirawat di ruang Bougainville bersama dua pasien lainnya, Dany dan Sukanta. Sementara itu, dua pasien lain, balita Ryuji dan Wahyudin, berada di ruang Anggrek.
Menurut dr. Fusia, kondisi kelima korban kecelakaan tersebut menunjukkan perkembangan positif dibandingkan sehari sebelumnya. Namun, mengingat luka yang mereka alami cukup serius, sebagian besar pasien masih belum dapat diajak berkomunikasi.