JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan langkah konkret untuk menekan biaya haji 2026 melalui skema efisiensi penerbangan dan pembenahan sistem layanan jemaah Indonesia.
Langkah strategis tersebut difokuskan pada optimalisasi operasional maskapai dengan rencana pembentukan perusahaan patungan antara Garuda Indonesia dan Saudia Airlines.
Upaya ini menjadi bagian dari kebijakan besar pemerintah dalam merancang sistem transportasi haji yang lebih efisien, cepat, dan berkelanjutan.
Presiden menilai selama ini terjadi pemborosan dalam pola penerbangan haji karena pesawat yang mengangkut jemaah sering kembali tanpa penumpang.
Kondisi tersebut terjadi baik pada penerbangan dari Indonesia menuju Arab Saudi maupun sebaliknya, sehingga biaya operasional meningkat tanpa efisiensi maksimal.
“Saya mengatakan Kenapa tidak kerja sama bikin satu anak perusahaan, 50 persen Arab Saudi, 50 persen Indonesia. Pesawat terbang ini ke Arab Saudi penuh ke Indonesia penuh. Harga bisa turun lagi. Waktu bisa lebih singkat lagi,” ucap Prabowo, Rabu (8/4).
Instruksi pembentukan entitas patungan ini disebut telah disampaikan sejak dua bulan lalu dan kini diminta untuk segera direalisasikan oleh jajaran terkait.
Selain efisiensi maskapai, pemerintah juga menargetkan penurunan biaya haji sekitar Rp2 juta pada tahun 2026 meski di tengah tekanan kenaikan harga avtur.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keterjangkauan biaya ibadah haji bagi masyarakat Indonesia.
Di sektor lain, perbaikan juga terjadi pada sistem antrean keberangkatan haji yang sebelumnya mencapai 48 tahun.
Mulai 2026, masa tunggu tersebut diproyeksikan turun signifikan menjadi maksimal 26 tahun.
“Dan saya akan berjuang Untuk lebih ringkas lagi,” tegas Prabowo.
Pemerintah juga tengah memperkuat diplomasi dengan Arab Saudi untuk meningkatkan layanan bagi jemaah Indonesia.
Salah satu usulan penting yang diajukan adalah pembangunan terminal khusus haji bagi Indonesia di Arab Saudi.
Usulan tersebut bahkan telah memperoleh sinyal persetujuan awal dari pihak terkait di Arab Saudi.
“Jadi nanti terminal itu khusus untuk haji kita. Supaya bisa lebih cepat,” pungkas Prabowo.
Kebijakan ini diharapkan menjadi terobosan besar dalam transformasi penyelenggaraan ibadah haji Indonesia agar lebih efisien, cepat, dan terjangkau.***