JAKARTA — Survei internasional terbaru menempatkan moral masyarakat Indonesia sejajar dengan masyarakat Kanada sebagai bangsa dengan nilai moral paling ketat di dunia.
Ketika banyak negara di belahan Barat dan kawasan lainnya mengalami pergeseran norma sosial yang signifikan, moral masyarakat Indonesia justru berdiri kukuh sehingga menjadi salah satu bangsa yang paling teguh mempertahankan batas-batas moral tradisionalnya.
Hal ini bukan sekadar klaim, melainkan temuan yang didukung oleh data ilmiah berskala global.
Lembaga riset terkemuka asal Amerika Serikat, Pew Research Center, baru-baru ini merilis hasil survei sikapnya bertajuk Global Attitudes Survey 2025 pada Maret 2026.
Survei yang melibatkan lebih dari 28.000 responden di 25 negara itu dilakukan secara tatap muka guna mendapatkan penilaian langsung dan autentik dari para peserta.
Di saat sebagian besar dunia tengah bernegosiasi ulang dengan batas-batas moralnya, Indonesia tampak memilih untuk tetap berpijak pada akar tradisinya.
Moral Masyarakat Indonesia Tempati Ranking Kedua
Hasil survei menempatkan Indonesia di posisi puncak bersama Kanada dengan skor yang sama, yakni 92 persen.
Keduanya mengungguli sejumlah negara besar lainnya yang turut serta dalam pengukuran ini.
Berikut daftar lengkap sepuluh besar negara dengan tingkat persepsi moral tertinggi berdasarkan Global Attitudes Survey 2025:
1. Kanada — 92%
2. Indonesia — 92%
3. India — 88%
4. Swedia — 88%
5. Australia — 85%
6. Jepang — 83%
7. Meksiko — 83%
8. Inggris — 82%
9. Belanda — 80%
10. Korea Selatan — 78%
Posisi moral masyarakat Indonesia yang bertengger di jajaran teratas bukanlah tanpa alasan.
Para pengamat sosial menilai, agama memainkan peran sentral dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap etika dan perilaku.
Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, nilai-nilai keagamaan yang mengakar kuat menjadi salah satu faktor utama yang menjelaskan mengapa tolok ukur moral masyarakat Indonesia cenderung berbeda jauh dengan negara-negara Barat.
Apa yang Dianggap Salah oleh Orang Indonesia?
Survei ini turut merinci bagaimana masyarakat dewasa Indonesia menilai berbagai perilaku dari sudut pandang moral.
Hasilnya menunjukkan konsistensi yang mencolok di hampir seluruh kategori yang diuji.
Berikut persentase responden dewasa Indonesia yang menganggap sejumlah perilaku tidak dapat diterima secara moral:
- Homoseksualitas — 93%
- Aborsi — 93%
- Perselingkuhan — 92%
- Penggunaan ganja — 91%
- Perjudian — 89%
- Menonton pornografi — 85%
- Konsumsi alkohol — 83%
- Perceraian — 45% (turun sekitar 10 poin persentase dibandingkan hasil survei tahun 2013)
Satu catatan menarik muncul dari data perceraian. Berbeda dengan isu-isu lainnya yang mencatatkan angka penolakan di atas 80 persen, pandangan terhadap perceraian menunjukkan pelunakan yang cukup berarti dalam kurun lebih dari satu dekade terakhir.
Secara keseluruhan, temuan ini merangkum sebuah narasi yang jelas tentang identitas sosial Indonesia masa kini, yaitu sebuah masyarakat yang menjadikan agama dan nilai-nilai luhur warisan budaya sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan. (FB)