JAKARTA – Perjalanan Gianluigi Donnarumma bersama Paris Saint-Germain (PSG) berakhir dengan nada emosional.
Kiper timnas Italia tersebut resmi mengumumkan perpisahannya lewat unggahan di media sosial, usai tak lagi masuk dalam rencana pelatih Luis Enrique.
Dalam pesannya, Donnarumma tak menutupi rasa kecewa sekaligus pahit yang ia rasakan.
Donnarumma, yang bergabung dengan PSG pada 2021 usai menjadi bintang di Euro 2020, menyebut keputusan pencoretannya dari skuat sebagai momen yang sulit diterima.
“Keputusan ini membuat saya kecewa dan pahit,” tulisnya di Instagram.
Meski begitu, ia tetap memberikan penghormatan kepada para pendukung setia PSG yang menurutnya telah memberinya kehangatan seperti rumah sendiri.
Kiper berusia 26 tahun ini menegaskan dirinya telah memberikan segalanya sejak hari pertama tiba di Paris.
Ia berharap dapat memberi salam perpisahan langsung di Parc des Princes, namun jika itu tak terjadi, Donnarumma ingin memastikan bahwa dukungan dan cinta fans akan selalu ia kenang.
“Saya akan selalu membawa kenangan akan emosi yang telah kita lalui, malam-malam ajaib, dan kalian, yang telah membuat saya merasa seperti di rumah,” tulisnya.
Selain mengucapkan terima kasih kepada penggemar, Donnarumma juga memberi penghormatan kepada rekan setimnya yang ia sebut sebagai “keluarga kedua.”
Ia menyebut setiap pertarungan, tawa, dan momen bersama di lapangan sebagai kenangan berharga.
“Bermain untuk klub ini dan hidup di kota ini adalah kehormatan besar bagi saya. Terima kasih, Paris,” ujarnya menutup pesan.
Kepergian Donnarumma memicu spekulasi soal masa depannya.
Sejumlah klub elite Eropa dikabarkan memantau situasinya, termasuk tim Serie A yang disebut-sebut ingin memulangkannya ke Italia.
Meski belum ada konfirmasi resmi soal destinasi berikutnya, kepindahan ini menjadi babak baru dalam karier sang kiper yang sempat menjadi salah satu pemain termahal di posisinya.***