YOGYAKARTA – Akademi Angkatan Udara (AAU) menggelar Latihan Pertahanan Pangkalan (Hanlan) Bhuwana Paksa bagi Taruna Tingkat II di Detasemen TNI AU Gading, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung mulai 26 hingga 29 Januari 2026 ini menjadi bagian penting dalam pembentukan kesiapan operasional prajurit udara masa depan.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, menjelaskan bahwa latihan tersebut merupakan implementasi langsung dari materi teori pertahanan pangkalan udara yang selama ini diterima para Taruna di ruang kelas. Menurutnya, latihan lapangan ini juga terintegrasi dengan konsep Operasi Pertahanan Udara Aktif atau Hanud Titik dalam kerangka Sistem Pertahanan Udara Nasional.
“Latihan ini merupakan aplikasi nyata dari teori pertahanan pangkalan udara dan menjadi bagian dari Operasi Hanud Aktif dalam Sistem Pertahanan Udara Nasional,” ujar I Nyoman Suadnyana.
Dalam pelaksanaannya, para Taruna menjalani berbagai skenario taktis yang menitikberatkan pada manajemen operasional pertahanan pangkalan, termasuk teknik dan strategi pertahanan darat. Materi yang diberikan mencakup pengamanan obyek vital strategis dari berbagai potensi ancaman, baik dari arah horizontal maupun vertikal.
Selain peningkatan kemampuan teknis, latihan Bhuwana Paksa juga dirancang untuk membangun kemampuan nonteknis yang krusial dalam operasi militer modern. Koordinasi lintas unsur, komunikasi efektif di lapangan, serta kekompakan tim menjadi fokus utama agar para Taruna mampu bekerja dalam struktur pertahanan udara terpadu.
Peninjauan langsung dilakukan oleh Direktur Administrasi AAU, Kolonel Adm Dody Sumardi, yang menekankan pentingnya disiplin dan keselamatan selama latihan. Ia mengingatkan para peserta agar menjaga profesionalisme sekaligus kondisi fisik.
“Laksanakan latihan dengan penuh semangat, tetap utamakan safety, serta jaga kesehatan selama berlangsungnya latihan,” kata Dody Sumardi saat memberikan arahan.
Sebelum memasuki tahap latihan lapangan, rangkaian kegiatan Bhuwana Paksa telah dibuka secara resmi melalui upacara militer di kampus AAU Yogyakarta pada 22 Januari 2026. Upacara tersebut dipimpin oleh Gubernur AAU, Marsekal Muda TNI Donald Kasenda, yang menegaskan pentingnya latihan sebagai bagian dari pembinaan kemampuan dasar pertahanan udara sejak dini.
Latihan ini diharapkan mampu membentuk Taruna AAU yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh dalam menghadapi dinamika ancaman di lingkungan operasi pangkalan udara. Dengan pembekalan tersebut, para calon perwira TNI AU diproyeksikan siap mendukung tugas-tugas pertahanan udara nasional secara profesional dan adaptif di masa mendatang.