JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup pekan dengan menguat signifikan pada Jumat, 11 Juli 2025.
Hingga sesi penutupan, IHSG naik 0,60 persen atau menguat 42 poin ke posisi 7.047, menandakan optimisme investor di tengah tekanan eksternal.
Pergerakan positif IHSG pada akhir pekan ini didukung oleh aksi beli bersih (net buy) dari investor asing yang mencapai Rp398,77 miliar.
Saham-saham seperti BMRI, BRIS, BBNI, BRPT, dan TLKM menjadi incaran utama investor luar negeri, memperkuat kinerja indeks secara keseluruhan.
“Kenaikan IHSG akhir pekan ini disertai net buy (beli bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp398,77 miliar.”
“Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BMRI, BRIS, BBNI, BRPT, dan TLKM,” kata Tim Analis Phillip Sekuritas Indonesia.
Secara keseluruhan, 345 saham mengalami kenaikan harga, 368 saham stagnan, dan 255 saham mengalami penurunan.
Tiga sektor yang mendorong reli IHSG adalah sektor keuangan, infrastruktur, dan bahan baku, yang mencatat kenaikan tertinggi.
Aktivitas perdagangan cukup ramai, dengan volume mencapai 23,99 miliar saham, dilakukan dalam 1.457.000 transaksi, menghasilkan total nilai transaksi sebesar Rp12,94 triliun.
Kapitalisasi pasar pun mencatatkan angka Rp12.404 triliun di akhir pekan.
Sementara itu, bursa saham Asia mencatat pergerakan yang bervariasi.
Namun, IHSG tetap menunjukkan performa positif di tengah ketidakpastian global.
Salah satu penyebab kekhawatiran pasar adalah langkah Presiden AS Donald Trump yang kembali memanaskan tensi dagang global.
“Kanada akan dikenakan tarif 35 persen mulai awal Agustus dan ketentuan bea masuk 50 persen untuk semua impor tembaga.”
“Kedua isu ini kembali memicu kekhawatiran seputar pertumbuhan global,” ujar Tim Phillip Sekuritas.
Trump juga menggulirkan wacana untuk menaikkan tarif dasar menjadi 15 hingga 20 persen terhadap berbagai negara, meningkat dari tarif sebelumnya sebesar 10 persen.
Kebijakan tersebut dianggap sebagai sinyal perang dagang baru yang bisa menghambat laju perdagangan internasional.
“Presiden Trump mengatakan Uni Eropa (UE) juga akan segera menerima surat yang berisi tarif perdagangan.”
“Investor menduga perundingan dagang antara AS dan UE tidak berjalan dengan baik,” ucap Tim Phillip Sekuritas.
Padahal sebelumnya, pejabat Uni Eropa sempat menyatakan bahwa kesepakatan dagang dengan AS diharapkan rampung sebelum 1 Agustus 2025.
Namun, realisasinya masih penuh tanda tanya.
Kini, fokus investor mulai bergeser ke musim laporan keuangan triwulan II 2025.
Rangkaian rilis kinerja perusahaan yang akan dimulai pekan depan akan menjadi tolok ukur penting terhadap daya tahan korporasi di tengah kebijakan tarif baru AS.
“Para investor kini bersiap untuk menghadapi musim Laporan Keuangan (Earnings Season) triwulan II-2025 di AS.”
“Musim Laporan Keuangan dimulai minggu depan untuk mengukur dampak dari kebijakan tarif perdagangan Presiden Trump,” tutup Tim Phillip Sekuritas dalam analisisnya.***