Jagat media sosial dihebohkan oleh aksi flexing atau pamer gaya hidup mewah yang dilakukan oleh anak Asisten I Setdakab Gayo Lues, Aceh, Nevirizal. Sang anak kedapatan memamerkan momen liburan luar negeri hingga unggahan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam jumlah besar menggunakan jeriken.
Unggahan tersebut mendadak panen hujatan lantaran disebut-sebut diunggah saat wilayah Gayo Lues tengah berjuang bangkit dari dampak musibah bencana alam.
“Saya memohon maaf kepada pemerintah dan seluruh masyarakat yang merasa tersakiti. Ini memang ketidaksengajaan anak kami karena mungkin pemikirannya belum sampai ke situ,” tutur Nevirizal saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).
Dari Plesiran Eropa hingga Borong 15 Jeriken Minyak
Dalam potongan gambar yang beredar luas di dunia maya, anak pejabat Pemkab Gayo Lues tersebut memamerkan foto-foto liburan ke Korea Selatan, Bangkok, hingga negara-negara Eropa. Tak hanya itu, ia juga membocorkan percakapan grup keluarga terkait rencana pembelian mobil baru.
Hal yang paling menyulut emosi warganet adalah unggahan foto jajaran 15 jeriken berisi BBM di samping mobil mewah berwarna hitam.
“Papaku beli minyak 15 jeriken. Ntah mobil mana lagi yang mau dipenuhkannya,” tulis sang anak dalam keterangan foto viral tersebut.
Klarifikasi Sang Ayah: Foto Lama dan BBM untuk Penanganan Bencana
Merespons polemik tersebut, mantan Plt Sekda Gayo Lues ini membeberkan klarifikasi terkait narasi yang beredar;
Nevirizal mengklaim perjalanan ke Korea Selatan terjadi pada pertengahan 2025 lalu untuk mendampingi anggota keluarga berobat mata. Ia mengaku tidak ikut dalam rombongan tersebut maupun saat anaknya bertolak ke Eropa.
Soal 15 Jeriken BBM, ia membantah tuduhan penimbunan pribadi. Minyak tersebut diklaim dibeli pada Desember lalu untuk disiagakan dalam penanganan bencana saat kelangkaan BBM terjadi.
Nevirizal mengakui kelalaiannya dalam mengawasi aktivitas sang anak di media sosial. Ia menegaskan telah memerintahkan anaknya untuk menghapus seluruh unggahan tersebut dan tidak mengulanginya lagi.
“Saya akui lalai karena tidak terlalu aktif di media sosial. Kasus ini mendadak viral sejak Selasa (21/7/2026) dan sejujurnya sekarang saya mengalami tekanan psikologis,” pungkasnya pasrah.