JAKARTA – Pemimpin Redaksi IDN Times, Uni Lubis, menanggapi positif forum wawancara antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan tujuh jurnalis dari media nasional yang digelar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (6/4/2025).
“Menurut saya itu hal yang baik (Presiden Prabowo tidak minta daftar pertanyaan), karena masih ada narasumber yang suka nanya dulu pertanyaannya apa. Presiden siap untuk menjawab pertanyaan apa saja, siap untuk dikritik, siap untuk di-challenge back dari jawabannya, dan semua pertanyaan dijawab cukup lengkap,” ujar Uni, sebagaimana yang dikutip dari laman Kompas.com.
Menurutnya, meski kepuasan terhadap jawaban Presiden bisa berbeda-beda tergantung perspektif masing-masing jurnalis, forum tersebut mencerminkan niat baik dari Kepala Negara untuk memperbaiki komunikasi publik pemerintahan.
Uni juga menyebutkan bahwa Presiden Prabowo melakukan evaluasi terhadap pola komunikasi publik pemerintah yang dinilai belum maksimal. Ia menilai, sebagian pihak yang ditugaskan menyampaikan pesan pemerintah belum memahami prinsip komunikasi publik.
“Nampaknya orang-orang yang menyampaikan komunikasi selama ini, satu orang baru, tidak punya pemahaman mengenai public communication, kemudian yang kedua juga tidak secara langsung mengetahui proses pembuatan keputusan yang berakibat bagi publik,” katanya.
Ia menilai pertemuan tersebut sebagai langkah positif menuju keterbukaan dan komunikasi yang lebih sehat antara pemerintah dan media.
Dalam sesi wawancara yang berlangsung lebih dari tiga jam, berbagai isu strategis dibahas, termasuk RUU Polri dan RUU TNI, isu korupsi, keterlibatan sektor swasta, serta kebijakan tarif resiprokal dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
“Presiden juga menyampaikan capaian pemerintah dalam 150 hari pertama masa pemerintahannya, termasuk pembangunan infrastruktur. Tadi rasanya 2 jam, tapi akhirnya 3 jam lebih,” tutur Uni.
Uni juga mengungkapkan bahwa Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menyebut Presiden menikmati dialog langsung dengan media.
Forum tersebut dinilai istimewa karena Presiden tidak meminta daftar pertanyaan terlebih dahulu dan menjawab semua pertanyaan, termasuk yang bernada kritis. Bahkan, menurut Uni, ada kemungkinan pertemuan seperti ini akan menjadi agenda rutin.
“Yang pasti kesempatan untuk bisa berbincang, bertanya langsung dengan orang nomor satu di negeri ini, dengan Presiden itu kesempatan yang berharga untuk siapa pun, terutama untuk media,” ujarnya.