JAKARTA – Harapan Los Angeles Lakers untuk mencuri kemenangan pada gim pertama semifinal Wilayah Barat NBA harus tertunda setelah takluk 90-108 dari Oklahoma City Thunder dalam laga yang berlangsung Selasa malam waktu setempat.
Meski kalah cukup telak, kubu Lakers tetap memancarkan optimisme menghadapi sisa pertandingan seri playoff yang diprediksi berlangsung ketat.
Pertahanan Lakers sebenarnya tampil cukup disiplin sepanjang pertandingan dan sempat membuat Thunder kesulitan mengembangkan permainan cepat mereka.
Namun, masalah besar muncul dari sisi ofensif yang perlahan kehilangan ritme setelah turun minum.
Lakers hanya mampu mengoleksi 53 poin pada babak pertama dan masih mampu menjaga persaingan tetap terbuka hingga kuarter kedua berakhir.
Situasi berubah drastis memasuki paruh kedua laga ketika produktivitas poin Lakers merosot tajam.
Tim asal Los Angeles itu cuma mencetak 19 poin di kuarter ketiga dan kembali melemah dengan 18 poin pada kuarter keempat.
Momentum tersebut dimanfaatkan Thunder untuk memperlebar jarak angka sekaligus mengamankan kemenangan penting di kandang sendiri.
Banyak pengamat NBA menilai Thunder berpeluang besar menguasai seri ini tanpa hambatan berarti karena performa mereka yang jauh lebih stabil.
Meski demikian, guard veteran Lakers, Marcus Smart, menolak pesimistis dan menegaskan timnya masih memiliki peluang besar untuk bangkit.
Menurut Smart, Lakers sebenarnya menjalankan strategi pertandingan dengan cukup baik sebelum kehilangan konsentrasi di momen krusial.
“Kami memulai laga dengan sangat bagus dan mampu tetap berada dalam permainan,” ujar Smart.
“Kami bisa menahan mereka di kisaran angka yang tidak terlalu tinggi sebelum pertandingan berakhir,” lanjutnya.
Smart juga mengingatkan bahwa menghadapi juara bertahan jelas bukan perkara mudah karena lawan memiliki kualitas individu dan kolektivitas yang sangat kuat.
“Kami menghadapi tim juara bertahan dan tentu mereka akan membuat tembakan-tembakan sulit serta permainan besar,” kata Smart.
“Yang penting kami tidak boleh kehilangan arah hanya karena beberapa momentum buruk,” tambahnya.
Pebasket berusia 31 tahun itu tetap percaya Lakers memiliki fondasi permainan yang cukup menjanjikan untuk memberikan perlawanan pada laga berikutnya.
Ia menilai chemistry tim perlahan mulai kembali terbentuk, termasuk upaya mengembalikan performa Austin Reaves agar kembali tampil konsisten.
“Kami terus berusaha mengembalikan ritme permainan Austin dan pemain lainnya,” ucap Smart.
“Saya tetap percaya diri, walaupun kami tahu tantangan yang dihadapi akan sangat berat,” sambungnya.
Dalam pertandingan tersebut, LeBron James menjadi pemain paling produktif bagi Lakers setelah mencetak 27 poin dengan akurasi tembakan impresif, yakni 12 dari 17 percobaan berhasil masuk.
Sementara itu, Rui Hachimura turut memberikan kontribusi penting lewat tambahan 18 poin.
Sayangnya, kontribusi pemain lain belum cukup membantu mengangkat performa ofensif Lakers secara keseluruhan.
Marcus Smart sendiri sebenarnya menyumbang 12 poin, tetapi efisiensi tembakannya masih jauh dari ideal.
Ia hanya memasukkan empat tembakan dari total 15 percobaan dan mencatat dua tripoin dari delapan kesempatan.
Secara keseluruhan, Lakers hanya membukukan akurasi tembakan sebesar 41,2 persen dan 33 persen dari area tripoin.
Catatan tersebut menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dibenahi jika Lakers ingin menjaga asa lolos ke final Wilayah Barat.***