Jika Anda rajin berselancar di TikTok, Instagram Reels, atau YouTube Shorts belakangan ini, telinga Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan senandung catchy berbunyi, “MBG, Mas Bahlil ganteng. Buah apa yang paling manis? Buahlil… Tambah ganteng aja My little bolu ketan…”
Ya, jingle bernada jenaka hasil olahan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ini sukses menjadi soundtrack wajib bagi ribuan konten kreator. Tokoh utama di balik lagu parodi super kocak ini tidak lain adalah Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
Berawal dari Komentar Random yang ‘Bisa Nyanyi’
Usut punya usut, asal-usul lagu yang bikin candu ini ternyata sangat unik. Lagu ini bukanlah rilis resmi dari tim sukses, melainkan buah kreativitas murni akun TikTok @vokaliz_netizen yang diunggah pada 29 April 2026 lalu.
Akun tersebut memang terkenal dengan jargonnya “Komentarmu Bisa Nyanyi”. Mereka gemar mengompilasi komentar-komentar random dari warganet, lalu menyulapnya menjadi lagu parodi berbekal teknologi AI.
Siapa sangka, kumpulan gombalan maut netizen untuk Bahlil seperti, “Dinda dinda, kanda suka, dinda punya gaya” justru meledak di pasaran. Video aslinya yang diberi judul sound “Kanda My Little Bolu Ketan” sukses memanen lebih dari 1 juta likes dan dibanjiri puluhan ribu komentar kocak.
Tanggapan Sekjen Golkar: Anggap Saja Penghargaan Informal
Melihat sang ketua umum dijadikan objek meme dan jingle jenaka yang viral nasional, internal Partai Golkar rupanya enggan ambil pusing atau bersikap kaku.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, M. Sarmuji, justru menyambut tren ini dengan senyuman lebar. Menurutnya, fenomena ini adalah bentuk kreativitas murni publik yang sangat menghibur.
“Itu kan justru berasal dari kreativitas netizen. Bisa kita maknai sebagai salah satu bentuk penghargaan dan apresiasi informal dari mereka atas kerja keras yang ditunjukkan Pak Bahlil selama ini,” ujar Sarmuji santai saat dimintai keterangan, Senin (25/5/2026).
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini juga menambahkan, pihak DPP Golkar sama sekali tidak melarang jika ada akun-akun media sosial resmi yang berafiliasi dengan partai pohon beringin ikut-ikutan memakai sound tersebut untuk meramaikan linimasa.
“Kalau ada akun Golkar yang ikut meramaikan tren ya wajar saja, mereka kan bagian dari netizen juga. Tidak masalah, silakan saja. Lagunya memang terkesan sangat menghibur,” pungkas Sarmuji sembari tertawa.