Hubungan antara studio raksasa Universal Pictures dan para pencinta sinema tampaknya sedang berada di titik didih. Menjelang perilisan The Odyssey—mahakarya epik terbaru dari sutradara kondang Christopher Nolan—Universal mengambil langkah defensif ekstrem: mereka resmi mengunci kolom komentar (replies) pada unggahan foto photocall para pemeran di platform X (Twitter).
Langkah “panik” ini diambil bukan tanpa alasan. Sebelumnya, countdown trailer film tersebut babak belur dihujani sentimen negatif massal di YouTube, dengan angka dislike yang meroket tajam hingga nyaris menyentuh angka 450.000.
Padahal, The Odyssey awalnya diproyeksikan sebagai salah satu sinema terbesar tahun ini. Namun, adaptasi epik klasik karya Homerus ini justru memicu kontroversi panas di kalangan netizen akibat tiga blunder krusial berikut:
1. Pilihan Casting yang Dinilai “Meleset”
Keputusan Nolan menunjuk Matt Damon sebagai Odysseus—didampingi deretan bintang modern papan atas seperti Tom Holland, Zendaya, hingga Lupita Nyong’o—menuai kritik tajam. Netizen menilai jajaran aktor ini kurang merepresentasikan keturunan Yunani asli (whitewashing).
2. Dialog Modern yang Bikin Cringe
Penonton dibuat geleng-geleng kepala oleh naskah film yang dinilai merusak atmosfer sejarah kuno. Bayangkan saja, karakter yang dimainkan Robert Pattinson kedapatan mengucapkan kata “daddy”, sementara Matt Damon dengan santainya berseru “Let’s gooooooo!” di tengah peradaban kuno.
3. Aransemen Musik yang Kelewat Nyeleneh
Nolan dilaporkan enggan menggunakan musik orkestra klasik standar. Ia justru merekrut rapper Travis Scott untuk mengisi elemen musik sekaligus bertindak sebagai narator (bard). Langkah anakronistis ini dinilai terlalu melenceng jauh dari estetika mitologi Yunani yang sakral.
Jurus “Tutup Telinga” ala Hollywood
Melihat gelombang protes yang tak kunjung surut, Universal Pictures memilih jalan pintas. Saat membagikan foto-foto hangat para pemeran utama yang berkumpul di London menjelang world premiere, Universal langsung menggembok kolom balasan di X agar netizen tidak bisa menyemburkan komentar miring.
Strategi mematikan ruang diskusi atau menuduh balik penggemar sebagai kelompok toxic kini memang kerap menjadi tameng instan studio Hollywood saat proyek ratusan juta dolar mereka terancam flop akibat boikot online.
Meskipun angka dislike trailer ini mencetak rekor terburuk sepanjang karier penyutradaraan Christopher Nolan, laporan awal menunjukkan secercah harapan: angka penjualan tiket pre-sale untuk pertengahan Juli ini ternyata masih tergolong kuat.
Apakah film bermodal $250 juta ini mampu membungkam kritik lewat visualnya saat tayang nanti, atau justru menjadi rapor merah pertama dalam sejarah karier gemilang Nolan? Kita tunggu saja pembuktiannya di layar lebar.