Jelang puncak ibadah haji 2025, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menggelar gladi posko di Mina, Makkah, Arab Saudi. Kegiatan ini bertujuan untuk memantapkan kesiapan para petugas haji dalam melayani jemaah, khususnya saat melaksanakan ibadah lempar jumrah.
Berbagai persiapan dilakukan sejak sepuluh hari menjelang puncak wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, dan mabit di Mina (Armuzna). Satuan Operasional Haji 2025 memperkenalkan teknis pelaksanaan puncak Armuzna kepada para petugas, termasuk penetapan titik-titik posko strategis untuk pelayanan jemaah.
Pengenalan lokasi dimulai dari Posko Mobile Crisis Rescue yang terletak di sekitar Jembatan Muaysim, dilanjutkan ke pos di dekat tenda jemaah haji khusus, serta titik-titik penting lainnya seperti Gerbang Jamarat dan pos-pos di dalam area Jamarat.
Kepala Bidang Perlindungan Jemaah, Harun Arrasyid, menyampaikan bahwa saat prosesi lempar jumrah terdapat potensi jemaah terpisah dari rombongan atau jatuh sakit. Oleh karena itu, petugas harus sigap dalam memantau kondisi jemaah, terutama mereka yang kelelahan, tersesat, atau memerlukan pertolongan medis.
PPIH juga menyiagakan kursi roda dan tujuh pos tambahan untuk mendukung penerapan skema tanazul. Skema ini diperuntukkan bagi jemaah haji yang menginap di hotel-hotel kawasan Shisah dan Rouhdah.
Liputan Haji ini kerjasama Garuda TV dengan Kementrian Agama Republik Indonesia
Caption | Admin: Sephi