Kementerian Agama resmi meluncurkan perlombaan membaca Kitab Kuning tingkat internasional. Kegiatan ini menjadi yang pertama kalinya diselenggarakan di luar Pulau Jawa dan melibatkan pesantren-pesantren dari berbagai penjuru dunia.
Musabaqah Kitab Kuning Internasional resmi diluncurkan oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Kegiatan ini akan berlangsung di Pesantren Asad, salah satu pondok terkuat di wilayah Timur Indonesia.
Untuk pertama kalinya, lomba pembacaan dan pemahaman Kitab Kuning yang selama ini bersifat nasional akan digelar secara global dengan melibatkan santri-santri dari berbagai negara.
Musabaqah ini juga diharapkan dapat menarik minat santri dan masyarakat umum untuk kembali mengkaji kitab-kitab klasik bersanad ulama kuno yang selama ini menjadi rujukan ilmu keislaman di pesantren-pesantren Nusantara.
Kegiatan ini tak hanya berfokus pada kompetisi membaca Kitab Kuning, namun juga diisi dengan pameran kebudayaan Islam lokal dan regional untuk menunjukkan bahwa universalitas Islam dapat berjalan beriringan dengan kearifan lokal.
Menteri Agama menegaskan tradisi Islam di Indonesia selaras dengan nilai-nilai lokal dan menjadi ciri khas Islam Nusantara yang ramah dan berbudaya.
Menag juga menyampaikan Kitab Kuning adalah karya ilmuwan klasik yang relevan sepanjang masa karena disusun dengan metode kontemplatif yang universal dan tidak termakan zaman.
Laporan: Arkan Yasin Dhaifullah / Jakarta / Garuda TV
Admin | Caption: Raihana