WASHINGTON, AMERIKA SERIKAT – Rekaman audio Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bocor. Dalam rekaman tersebut, Trump memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping bahwa ia akan memerintahkan serangan bom ke Moskow dan Beijing jika Rusia atau China mengambil tindakan militer terhadap Ukraina atau Taiwan.
Pernyataan ini, yang disampaikan dalam acara penggalangan dana tertutup pada 2024, memicu reaksi beragam, dari skeptisisme hingga kekhawatiran global.
Ancaman Trump kepada Putin dan Xi Jinping
Rekaman yang dirilis oleh CNN dan dilaporkan oleh Kantor Berita Rusia RIA Novosti pada Rabu, 9 Juli 2025, menangkap momen ketika Trump berbicara di depan para pendonor di New York dan Florida. Dengan nada tegas, ia mengungkapkan ancamannya kepada Putin:
“Kepada Putin saya sampaikan: ‘Kalau kamu masuk ke Ukraina, saya akan bom Moskow habis-habisan. Saya beri tahu, saya tidak punya pilihan lain.’ Lalu dia bilang, ‘Saya tidak percaya.’ Dia bilang: ‘Tidak mungkin.’ Dan saya bilang, ‘Mungkin,’” kata Trump.
Ia menambahkan, “Lalu dia bilang lagi: ‘Saya tidak percaya.’ Tapi kenyataannya dia percaya saya 10 persen. Saya sudah bilang, dia percaya saya 10 persen.”
Trump tidak hanya menargetkan Rusia. Ia juga mengaku menyampaikan peringatan serupa kepada Xi Jinping terkait isu Taiwan:
“Saat saya bersama Presiden Xi dari China. Saya mengatakan hal yang sama kepada mereka, saya sampaikan, ‘Kalau kalian masuk ke Taiwan, saya akan bom Beijing.’”
Respon Kremlin dan Kontroversi
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menanggapi pernyataan Trump dengan skeptisisme, menyatakan bahwa Moskow memantau pernyataan tersebut dengan cermat, namun mempertanyakan keaslian rekaman tersebut.
“Apakah itu palsu atau tidak, kami juga tidak tahu. Ada banyak berita palsu akhir-akhir ini,” ujar Peskov, seperti dikutip dari laporan terkait.
Sementara itu, pihak China belum memberikan tanggapan resmi. Namun pernyataan Trump ini diyakini dapat memperkeruh hubungan AS-China yang sudah tegang akibat isu perdagangan dan teknologi.
Konteks Geopolitik dan Dampaknya
Ancaman Trump ini mencerminkan pendekatan diplomasi yang agresif, yang menjadi ciri khasnya selama masa kepresidenannya. Dalam rekaman yang sama, Trump juga mengkritik Presiden Joe Biden, menyalahkannya atas konflik di Ukraina dan Gaza, serta menyatakan bahwa konflik tersebut tidak akan terjadi di bawah kepemimpinannya. Ia juga mengungkapkan pandangan keras terhadap protes pro-Palestina di kampus-kampus AS, dengan mengatakan:
“Satu hal yang akan saya lakukan adalah setiap mahasiswa yang melakukan protes, saya akan mengusir mereka dari negara ini.”
Menurut para analis, pernyataan Trump dapat memperumit upaya diplomasi AS, terutama dalam negosiasi damai terkait konflik Rusia-Ukraina dan ketegangan di Selat Taiwan. Rekaman ini juga menambah panas diskusi politik domestik AS, dengan beberapa pihak memuji pendekatan keras Trump sebagai bentuk ketegasan, sementara yang lain mengkritiknya sebagai provokasi berbahaya.
Rekaman audio ini pertama kali diungkap dalam buku berjudul 2024 karya jurnalis Josh Dawsey, Tyler Pager, dan Isaac Arnsdorf, yang mendokumentasikan berbagai pernyataan Trump selama kampanye presiden keduanya.
Isi rekaman ini juga konsisten dengan laporan sebelumnya dari The Washington Post, yang menyebutkan bahwa Trump pernah memperingatkan Putin melalui telepon pada November 2024 untuk tidak meningkatkan eskalasi di Ukraina. Namun, Kremlin menepis laporan tersebut sebagai “fiksi belaka.”
Pernyataan Trump dalam rekaman ini, meskipun disampaikan dalam konteks tertutup, menyoroti pendekatan konfrontatif yang mungkin akan terus mewarnai kebijakan luar negeri AS di bawah kepemimpinannya. Dengan hubungan AS-Rusia dan AS-China yang sudah tegang, ancaman ini berpotensi mempersulit upaya de-eskalasi konflik global. Di sisi lain, pendukung Trump mungkin melihatnya sebagai bukti ketegasan dalam menghadapi rival geopolitik.