JAKARTA – Inter Milan mengambil sikap tegas dalam bursa transfer musim panas ini.
Klub berjuluk Nerazzurri itu memastikan Yann Bisseck tetap menjadi bagian skuat, meski minat dari klub Premier League seperti Crystal Palace dan Bournemouth terus menguat.
Dua tawaran senilai €35 juta telah mereka tolak, dan manajemen hanya akan membuka negosiasi jika harga menembus angka €40 juta.
Keputusan mempertahankan Bisseck bukan tanpa alasan.
Pemain berusia 24 tahun itu dinilai memiliki prospek cerah dan telah berkembang pesat di bawah arahan pelatih Cristian Chivu.
Selain itu, Bisseck juga ingin terus bermain di klub besar agar posisinya di tim nasional Jerman tetap terjaga.
“Pemain ini masih memiliki potensi besar yang bisa dimaksimalkan,” ujar sumber internal klub dikutip Garuda TV dari Gazzetta.
Sementara itu, situasi berbeda dialami Benjamin Pavard.
Bek asal Prancis yang tampil gemilang di musim debutnya bersama Inter, justru mengalami penurunan performa di musim kedua.
Manajemen kini mulai mempertimbangkan opsi penjualannya.
Meski tidak secara terbuka dipasarkan, Pavard menjadi kandidat utama yang bisa hengkang jika ada tawaran menarik, terutama dari klub Premier League.
Harga jual Pavard diperkirakan berada di kisaran €20–25 juta.
Dengan kontraknya yang menyisakan gaji bersih €5 juta per musim, Premier League menjadi destinasi paling memungkinkan.
Jika Pavard pergi, Inter sudah menyiapkan beberapa opsi pengganti, termasuk Koni De Winter dari Genoa, atau kejutan di detik terakhir dengan merekrut Giovanni Leoni dari Parma.
Untuk lini belakang, Inter diyakini tidak akan mengalami krisis. Selain Bisseck, masih ada Matteo Darmian yang siap mengisi peran “braccetto” jika dibutuhkan.
Nerazzurri tampaknya siap memainkan strategi fleksibel di bursa transfer kali ini, dengan keseimbangan antara mempertahankan talenta muda dan melepas pemain senior yang dinilai tepat untuk dijual.***