JAKARTA – Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat mendesak aparat kepolisian dan kejaksaan untuk segera menangkap pelaku pembacokan terhadap Manik Priyo Prabowo (38), kontributor iNews Media Group di Grobogan, Jawa Tengah.
Insiden ini memicu kecaman keras dari berbagai pihak, yang menilai serangan tersebut sebagai ancaman serius terhadap kebebasan pers.
Komaruddin menegaskan bahwa wartawan harus dilindungi dalam menjalankan tugas jurnalistik. “Kalau itu sudah dilakukan, kami selalu akan membela produk jurnalistik dan kami mengimbau pada kejaksaan pada polisi untuk ikut mengejar, melindungi kerja wartawan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa profesi wartawan harus dipandang sebagai pekerjaan profesional, bukan aktivitas politik.
Peristiwa pembacokan yang menimpa Manik Priyo Prabowo ini terjadi di Grobogan, menambah daftar panjang kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia.
Komaruddin mengingatkan agar wartawan terus mematuhi kode etik jurnalistik dan bekerja secara profesional untuk menjaga integritas profesi.
“Wartawan jangan selalu dilihat sebagai kerja politik. Wartawan itu kerja profesional,” tegasnya.
Kasus ini juga mendapat sorotan dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), yang dengan keras mengecam aksi kekerasan tersebut.
Mereka mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas dan menangkap pelaku secepatnya. Sementara itu, Komisi Hukum Dewan Pers tengah mengkaji motif di balik penyerangan ini untuk memastikan keadilan bagi korban.
Manik Priyo Prabowo, yang telah menjalani operasi pasca-serangan, kini dilaporkan telah pulang dari rumah sakit.
Meski begitu, polisi masih terus memburu pelaku yang hingga kini belum tertangkap. Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan terhadap jurnalis yang kerap menjadi sasaran kekerasan saat menjalankan tugas.
Dewan Pers berharap kasus ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen aparat penegak hukum dalam melindungi kebebasan pers.
Masyarakat juga diimbau untuk mendukung kerja jurnalistik yang independen dan bertanggung jawab, demi menjaga demokrasi dan kebenaran informasi.