JAKARTA – Polri dan Imigrasi berhasil mendeportasi buronan internasional asal Maroko bernama Nour Eddine NAJM melalui operasi gabungan yang digelar selama dua hari di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Tindakan tegas ini menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga kedaulatan hukum serta memperkuat kerja sama internasional melawan kejahatan lintas negara.
Operasi deportasi berlangsung sejak Rabu (20/8) hingga Kamis (21/8). Proses tersebut melibatkan Divhubinter Polri melalui NCB Interpol Indonesia, Direktorat Jenderal Imigrasi, serta Satresnarkoba Polrestro Bandara Soekarno-Hatta.
Kolaborasi antarinstansi ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia tidak memberikan ruang bagi buronan asing untuk bersembunyi di tanah air.
“Keberhasilan ini menjadi bentuk sinergi kuat antar lembaga penegak hukum di Indonesia dalam menindak tegas pelaku kejahatan transnasional,” ungkap tim yang terlibat dalam operasi, dilansir Humas Polri, Minggu (24/8/2025).
Proses Deportasi Bertahap
Rangkaian tindakan dimulai sejak Rabu dini hari ketika tim gabungan menitipkan penahanan sementara di Mapolrestro Bandara Soekarno-Hatta.
Siang harinya, koordinasi intensif dilakukan dengan Ditjen Imigrasi untuk melengkapi administrasi deportasi.
Tim juga menggelar konsolidasi teknis terkait pengawalan subjek menuju terminal internasional.
Menjelang malam, koordinasi final digelar bersama maskapai Air France untuk memastikan keberangkatan aman melalui penerbangan AF-3933.
Puncaknya, Kamis dini hari, tim gabungan bergerak ke Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, melakukan check-in, lalu menyerahkan subjek ke petugas Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).
Pengawalan Ketat Hingga Pesawat Lepas Landas
Nour Eddine NAJM akhirnya diberangkatkan ke luar negeri dengan pengawalan ketat dari Divhubinter Polri dan petugas Imigrasi.
Prosedur pengawalan dilakukan hingga pintu pesawat ditutup dan lepas landas dari wilayah udara Indonesia.
Langkah cepat ini membuktikan kesiapan aparat Indonesia dalam mengantisipasi ancaman hukum lintas batas sekaligus memperlihatkan profesionalisme kerja sama internasional.
Sinergi antar lembaga penegak hukum dinilai menjadi kunci sukses dalam memastikan keamanan negara dari ancaman buronan internasional.***