JAKARTA – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemda NTB) menyiapkan galeri museum khusus di kawasan Sirkuit Mandalika sebagai bagian dari rangkaian gelaran MotoGP 2025.
Museum tersebut akan menampilkan sejarah dan kekayaan budaya NTB sehingga para penonton balapan internasional bisa mengenal lebih dekat warisan daerah tuan rumah.
“Persiapannya tuntas dilakukan, baik di area sirkuit maupun di luar. Adanya museum ini juga merupakan pertama kalinya ada di dekat parkir arena,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfotik) NTB, Yusron Hadi, dikutip dari RRI, Jumat (3/10/2025).
Selain fasilitas museum, Pemda NTB juga memastikan kesiapan akomodasi, transportasi, hingga layanan shuttle untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah menyiapkan tenaga medis dan melibatkan warga lokal sebagai bagian dari penyelenggaraan, yang diawali dengan ritual adat berupa upacara betabik sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh masyarakat.
Sementara itu, PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menegaskan seluruh protokol keselamatan dan kesehatan di area balap telah disiapkan secara ketat menjelang MotoGP.
Puncak kesiapan terlihat dengan kedatangan dua helikopter medis dari Basarnas yang akan digunakan sebagai sarana evakuasi darurat selama perhelatan berlangsung.
“Kalau besok jam setengah tujuh pagi belum ada dua helikopter ‘standby’ di lokasi. Serta jumlah ambulans dan personel medis belum memenuhi standar, maka balapan tidak akan diizinkan dimulai,” kata Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, Kamis (2/10/2025).***