Kegagalan total Tim Nasional Korea Selatan di Piala Dunia 2026 tidak hanya meninggalkan luka mendalam, melainkan juga menyulut gelombang kemarahan luar biasa di dalam negeri. Sang pelatih kepala, Hong Myung-bo, kini harus menerima kenyataan pahit dicoret dari “hati” publik dan menjadi sasaran boikot massal yang ekstrem di seantero negeri.
Eforia pertambahan kuota Piala Dunia menjadi 48 tim yang semula diyakini mempermudah langkah Taegeuk Warriors, justru berubah menjadi bencana nasional yang memalukan.
Boikot Gila-Gilaan: Dari Wajah Diblur Hingga Larangan Masuk Toko
Melansir laporan dari NDTV, Yahoo Sports, dan Asiae.co.kr, kekecewaan suporter Korea Selatan (Red Devils) telah bermanifestasi ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah olahraga mereka:
-
Wajah Diblur TV Nasional: Stasiun televisi raksasa pemerintah, KBS (Korean Broadcasting System), kedapatan memburamkan (blur) wajah Hong Myung-bo saat menayangkan cuplikan konferensi persnya. Spekulasi liar menyebut ini adalah bentuk sindiran atau “hukuman sosial” paling telak dari media nasional, meski pihak KBS belum memberikan pernyataan resmi.
-
Dilarang Masuk Minimarket & Restoran: Foto-foto yang viral di internet menunjukkan minimarket waralaba terkenal GS25 dan sejumlah restoran BBQ lokal memasang stiker tegas di pintu masuk mereka bertuliskan: “Hong Myung-bo No Entry” (Hong Myung-bo Dilarang Masuk).
Kronologi Kegagalan dan Semprotan Keras Presiden Lee
Padahal, asa sempat membumbung tinggi kala Korea Selatan berhasil menjinakkan Republik Ceko di laga perdana. Namun, petaka datang bertubi-tubi setelah mereka takluk di tangan Meksiko dan dipecundangi oleh Afrika Selatan.
Korsel terdampar di peringkat ketiga Grup A dengan 3 poin. Setelah tiga hari menanti keajaiban lewat jalur peringkat ketiga terbaik, harapan itu resmi sirna karena hasil grup lain mengubur mimpi mereka dalam-dalam.
Kegagalan ini memicu amarah Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, yang mengutuk keras borok di dalam internal federasi sepak bola mereka.
Akhir Babak Kedua: Hong Myung-bo Resmi Angkat Koper
Sadar dirinya sudah menjadi musuh bersama, pelatih berusia 57 tahun itu akhirnya memilih meletakkan jabatannya sebagai pelatih kepala demi meredam situasi yang kian tak terkendali.
“Kepada seluruh masyarakat Korea yang mencintai tim nasional, saya menyampaikan permohonan maaf yang tulus. Hari ini saya mengumumkan mundur sebagai pelatih kepala. Seluruh kegagalan ini menjadi tanggung jawab saya. Namun, kecintaan saya kepada sepak bola Korea akan tetap sama, dan saya akan terus mendukung tim ini dari luar lapangan,” ujar Hong pasrah.
Ini merupakan kali kedua Hong Myung-bo menjadi “tumbal” kegagalan Korea Selatan di panggung dunia. Sebelumnya, ia juga terpaksa mundur dengan cara yang mirip setelah hasil buruk di Piala Dunia 2014 Brasil lalu.