JAKARTA – Di balik cepatnya deru pembangunan Pabrik Pupuk Sriwidjaja (Pusri) 3B Palembang, ternyata juga berdetak denyut kerja keras tangan-tangan terampil PT Puspetindo.
Anak usaha PT Rekayasa Industri (Rekind) itu, juga menorehkan karya penting, membangun empat tangki baja raksasa yang menjadi nadi vital bagi berjalannya pabrik berteknologi tinggi ini.
Empat tangki itu bukan sekadar wadah, melainkan simbol keandalan, ketahanan, dan kontribusi anak bangsa untuk menopang industri pupuk nasional.
Keempat tanki yang dibangun Puspetindo yakni, Filtered Water Tank berkapasitas 7880 meter kubik, untuk memastikan suplai air bersih dan stabil.
Kemudian, Demineralized Water Tank berkapasitas 4770 meter kubik, penyedia air ultra murni demi menjaga performa boiler dan proses produksi.
Ada juga Condensate Water Tank berkapasitas 1185 meter kubik, penampung kondensat agar hemat energi dan efisiensi daur ulang terjaga.
Terakhir, Potable Water Tank berkapasitas 457 meter kubik, penjaga kesehatan karyawan melalui wadah air layak konsumsi.
Semua tangki tersebut tengah digarap langsung oleh tim Puspetindo di fabrikasi Site Project Pusri-IIIB, Palembang, Sumatera Selatan.
Kini, statusnya on progress. Sebagai salah bukti keandalan dan profesionalitas anak usaha Rekind, keempat tangki tersebut akan melalui proses Hydrostatic Test, sebuah pengujian ketahanan tekanan untuk memastikan integritas produk fabrikasi bahwa tidak ada kebocoran, deformasi, dan celah sekecil apa pun yang bisa mengganggu tahapan operasional.
“Proses ini menjadi bukti produk Puspetindo mampu bersaing dengan standar internasional.”
“Setiap tetes keringat di lapangan merupakan wujud tanggung jawab kami agar bisa memberikan hasil terbaik bagi bangsa,” ujar Jonni Kurniawan Siregar, Direktur Utama PT Puspetindo.
Kiprah Puspetindo tidak berdiri sendiri. Sebagai anak usaha, langkah ini selaras dengan peran besar Rekind yang dipercaya PT Pupuk Sriwidjaja untuk mendampingi pembangunan Pabrik Pusri III-B.
Rekind mengawal dengan tenaga ahli, standar teknologi terkini, dan visi besar untuk menopang ketahanan pangan Indonesia.
“Pekerjaan ini merupakan cerminan kerja keras yang patut kita syukuri dan banggakan.”
“Ini juga bukti eksistensi Rekind dan anak usahanya dalam menunjang ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah,” ungkap Direktur Utama Rekind Triyani Utaminingsih.
Pabrik Pusri III-B, yang ditargetkan beroperasi pada 2027, merupakan bagian dari program revitalisasi menggantikan Pusri III dan IV yang telah beroperasi puluhan tahun.
Dengan kapasitas 1.350 MTPD amonia dan 2.750 MTPD urea, pabrik ini akan menjadi motor baru bagi ketersediaan pupuk subsidi dalam negeri.
“Lebih dari sekadar proyek industri, keberadaan pabrik ini adalah denyut baru bagi sektor pertanian Indonesia.”
“Ia adalah harapan yang lahir dari keringat para pekerja, dari baja yang ditempa, dan dari komitmen untuk menjaga ketahanan pangan bangsa,” tambah Triyani Utaminingsih bangga.***