BANTEN – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menjalin kerja sama strategis dengan PT PLN Indonesia Power PLTU Banten 2 Labuan untuk memperkuat program Desa Siapsiaga di Kecamatan Menes, Pandeglang.
Kolaborasi ini fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengolahan limbah batu bara, fly ash dan bottom ash (FABA), menjadi produk konstruksi bernilai tinggi.
Kepala BNPT, Eddy Hartono menegaskan pentingnya peran PLN dalam menyukseskan inisiatif ini. “Kami perlu dukungan PLN Labuan untuk menyukseskan program Desa Siapsiaga melalui pemberdayaan ekonomi di Kecamatan Menes,” ujarnya.
Program ini mengolah limbah FABA menjadi produk seperti paving block dan batako melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Langkah ini tidak hanya memenuhi kebutuhan infrastruktur desa, seperti pembangunan jalan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga.
“Produk konstruksi semacam ini sangat dibutuhkan, karena desa harus membangun jalan setiap tahunnya. Langkah ini juga memberdayakan masyarakat sekitar dalam proses pengolahannya,” jelas Eddy.
Kerja sama ini diharapkan menjadi katalis bagi pembangunan ekonomi lokal sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman ideologi kekerasan. Executive Vice President Human Capital Strategy PT PLN (Persero), Ridho Hutomo, menyambut baik inisiatif ini.
“Kehadiran BNPT memompa semangat kami. Kami optimis PLN Labuan mampu berkolaborasi memberdayakan masyarakat,” tegasnya.
Ridho menambahkan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar upaya ekonomi, melainkan juga langkah strategis untuk memperkokoh keharmonisan dan ketahanan nasional di tengah keberagaman masyarakat.
Dukungan serupa disampaikan oleh Ketua Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, KH. Embay Mulya Syarief, yang menegaskan komitmennya untuk menjaga kebinekaan.
“Ribuan suku tersebar di 17 ribu pulau, dengan perbedaan agama dan adat, namun kita bisa bersatu. Tugas kita bersama adalah menjaga dan merawat kebinekaan itu,” ucapnya.
Sebagai langkah awal, PLN Labuan telah memberdayakan 30 mitra deradikalisasi di Banten melalui sektor pertanian, dengan dukungan dari BNPT, Perhutani, dan Densus 88.
Keberhasilan program ini diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengimplementasikan Desa Siapsiaga, sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan dan ketahanan sosial di tingkat lokal.