JAKARTA — Harapan Indonesia untuk merebut gelar juara di Korea Masters 2025 pupus setelah Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin takluk dari pasangan tuan rumah.
Laga final turnamen BWF Super 300 yang digelar di Wonkwang University Cultural and Sports Center, Jeonbuk State, Minggu (9/11/2025) Raymond/Nikolaus kalah melalui drama tiga gim.
Pertandingan final antara Raymond/Nikolaus dan Lee Jongmin/Wang Chan berlangsung menegangkan dengan skor akhir 21-16, 16-21, 6-21, menempatkan wakil Indonesia di posisi runner-up.
Secara peringkat dan performa, Raymond/Nikolaus sebenarnya jauh lebih unggul.
Mereka datang sebagai unggulan keenam dunia dengan peringkat BWF ke-37, sedangkan Lee/Wang masih bertengger di posisi ke-234.
Namun, keuntungan sebagai tuan rumah terbukti memberi energi besar bagi pasangan Korea.
Jalannya Pertandingan
Gim pertama berjalan sesuai prediksi ketika Raymond/Nikolaus tampil dominan.
Meski sempat tertinggal di awal, lima poin beruntun menjadi momentum kebangkitan mereka hingga menutup gim pembuka dengan skor 21-16.
Namun, di gim kedua situasi berubah. Lee/Wang mulai menemukan ritme permainan mereka dan lebih agresif di depan net.
Setelah duel ketat, pasangan Korea menuntaskan gim kedua dengan skor 16-21 berkat tiga poin beruntun di akhir laga.
Gim penentu menjadi mimpi buruk bagi Raymond/Nikolaus.
Banyak melakukan kesalahan sendiri, mereka tertinggal jauh setelah Lee/Wang mencatat delapan poin beruntun.
Serangan bertubi-tubi dari pasangan Korea membuat skor akhir 6-21, memastikan kemenangan bagi tuan rumah di hadapan publik sendiri.
Meski gagal merebut gelar, pencapaian Raymond/Nikolaus hingga final Korea Masters 2025 tetap menunjukkan potensi besar sektor ganda putra Indonesia di level internasional.
Konsistensi dan evaluasi dari laga ini akan menjadi bekal berharga menghadapi turnamen selanjutnya di kalender BWF World Tour.***



