Otoritas Jepang mengeluarkan peringatan tsunami untuk Prefektur Iwate setelah gempa berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah lepas pantai pada Minggu (9/11) pukul 17.03 waktu setempat. Guncangan tersebut tercatat mencapai skala 4 pada skala intensitas seismik Jepang.
Pemerintah Kota Ofunato, Iwate, mengeluarkan instruksi evakuasi bagi 6.138 penduduk di 2.825 rumah tangga yang berada di kawasan pesisir. Kota dan wilayah lain, seperti Kamaishi, Otsuchi, dan Rikuzentakata, juga meminta warga yang tinggal di luar area pelindung tanggul laut untuk segera mengungsi.
Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), gelombang tsunami setinggi 10 sentimeter terpantau di Pelabuhan Ofunato pada pukul 17.39 waktu setempat, disusul 20 sentimeter di Pelabuhan Kuji pada pukul 17.52, dan 10 sentimeter di Pelabuhan Miyako pada pukul 18.14. Sekitar pukul 17.12, JMA juga mencatat adanya gelombang tsunami lemah 70 kilometer dari lepas pantai Iwate.
Peringatan tsunami tersebut mencakup potensi gelombang hingga 1 meter.
Gempa yang terjadi pada pukul 17.03 itu dirasakan cukup kuat di Kota Morioka dan Kota Yahaba di Prefektur Iwate, serta di Kota Wakuya di Prefektur Miyagi yang bersebelahan.
Akibat gempa, kereta cepat Tohoku Shinkansen sempat kehilangan daya dan menghentikan operasional sementara antara Stasiun Sendai dan Shin-Aomori.
Hingga pukul 18.30 waktu setempat, tidak ada laporan korban jiwa atau luka-luka, menurut pernyataan Pemerintah Prefektur Iwate.