JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menyampaikan optimisme terhadap ketahanan ekonomi Indonesia yang ditopang oleh inflasi rendah dan stabilitas harga di tengah tantangan global yang masih berlanjut.
Hal tersebut seperti diungkapkan Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Desember 2025 di Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Ia mengungkapkan bahwa inflasi nasional pada November 2025 tetap berada dalam level terkendali meski tekanan harga pangan masih menjadi perhatian.
Inflasi secara tahunan tercatat sebesar 2,72 persen yang dipengaruhi oleh inflasi inti yang stabil di level 2,36 persen year-on-year.
Sementara itu, inflasi kelompok harga yang diatur pemerintah tercatat rendah sebesar 1,58 persen year-on-year, mencerminkan efektivitas kebijakan pengendalian harga.
Namun demikian, inflasi kelompok volatile food masih relatif tinggi di level 5,48 persen year-on-year.
Perry menjelaskan bahwa lonjakan harga bawang merah menjadi penyumbang utama akibat gangguan cuaca serta meningkatnya harga benih.
Meski menghadapi tekanan tersebut, BI optimistis inflasi pangan dapat dikendalikan melalui sinergi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah serta penguatan Program Ketahanan Pangan Nasional.
Ke depan, inflasi inti diperkirakan tetap rendah seiring ekspektasi inflasi yang terjaga, kapasitas ekonomi yang longgar, imported inflation yang terkendali, serta dorongan positif digitalisasi.
“Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi (secara keseluruhan) pada tahun 2026 mendatang tetap terjaga rendah dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen,” ujar Perry.***