JAKARTA – Perayaan pergantian tahun biasanya identik dengan pesta kembang api dan konser musik. Namun, tahun baru 2026 akan terasa berbeda di beberapa kota besar dunia. Paris, Belgrade, Tokyo, dan Hong Kong memutuskan membatalkan sejumlah acara resmi karena alasan keamanan.
Paris
Konser malam tahun baru di Champs-Elysees dibatalkan. Wali Kota Distrik Kedelapan Paris, Jeanne d’Hauteserre, menyebut pembatalan dilakukan karena kekhawatiran terhadap “kerumunan yang tidak terduga”.
“(Area-area tersebut) tidak dirancang untuk menampung acara semacam ini di mana orang-orang bergerak,” ujarnya dikutip dari Fox News.
Meski begitu, pertunjukan kembang api tetap digelar di Arc de Triomphe, dan konser yang telah direkam sebelumnya akan ditayangkan.
Tokyo
Acara Countdown Shibuya resmi dibatalkan. Wali Kota Shibuya, Ken Hasebe, menegaskan keputusan ini diambil demi menciptakan suasana aman dan nyaman.
“Kami terus waspada terhadap perilaku mengganggu akibat minum-minum di jalanan, serta risiko kecelakaan karena kerumunan,” katanya.
Belgrade
Wali Kota Belgrade, Aleksandar Sapic, mengumumkan tidak ada perayaan resmi pada malam tahun baru maupun perayaan tahun baru Serbia pada 13–14 Januari 2026.
“Sebagian besar orang yang datang ke konser-konser ini adalah anak-anak berusia 13 hingga 15 tahun. Tahun lalu, kami mengalami kasus di mana sekelompok orang mencoba menerobos pagar dan berkelahi dengan penonton konser,” ujarnya.
Sapic menegaskan acara tidak akan digelar hingga keamanan benar-benar terjamin.
Hong Kong
Pertunjukan kembang api legendaris di Pelabuhan Victoria dibatalkan. Sebagai gantinya, perayaan akan dipusatkan di Distrik Pusat kota. Pejabat setempat belum memberikan alasan resmi, namun keputusan ini diambil kurang dari sebulan setelah kebakaran besar di kompleks perumahan Wang Fuk Court pada 26 November 2025.
Dengan pembatalan ini, perayaan tahun baru di sejumlah kota besar dunia akan berlangsung lebih sederhana, menekankan aspek keamanan dan kenyamanan warga.