JAKARTA – Charles Leclerc, pembalap Ferrari berusia 28 tahun, harus menelan kekecewaan setelah ekspedisi yang direncanakan ke Antartika bersama tunangannya, Alexandra Saint Mleux (24), dibatalkan akibat kerusakan mesin kapal. Perjalanan ke Kutub Selatan yang telah lama dipersiapkan itu akhirnya tidak terlaksana.
Leclerc menyampaikan kabar tersebut melalui media sosial. “Jangan berharap ada foto dari Antartika. Ada masalah teknis di kapal. Itu berarti semuanya telah dibatalkan,” tulisnya, dilansir dari Speedweek, Senin (5/1/2026).
Kegagalan ini menambah daftar kemunduran bagi runner-up Kejuaraan Dunia 2022, yang belum meraih kemenangan Grand Prix sejak Texas 2024. Musim lalu, Leclerc memang tujuh kali naik podium, termasuk finis kedua di Monaco dan Meksiko, namun kemenangan tetap belum diraih. Ferrari terakhir kali mencatat kemenangan lewat Carlos Sainz di Meksiko 2024.
Dengan batalnya perjalanan ke Samudra Selatan, Leclerc kini mengalihkan fokus ke persiapan musim balap 2026. Ferrari dijadwalkan meluncurkan mobil baru pada 23 Januari, sebelum menjalani uji coba resmi di Sirkuit Barcelona-Catalunya mulai 26 Januari.
Leclerc menutup pesannya dengan optimisme. “Terima kasih kepada semua orang yang menemani dan mendukung saya dalam suka dan duka. Saya akan memberikan yang terbaik di tahun 2026 untuk meraih kemenangan lebih lanjut,” tulisnya.